Wisata

3 Hari di Teluk Asmara, Day-2: Panen Kerang Kipas

Jumat, 19 April 2024 - 06:09 | 21.32k
Indahnya sinar matahari pagi di Teluk Asmara, Malang. (Foto: Khodijah Siti/TIMES Indonesia)
Indahnya sinar matahari pagi di Teluk Asmara, Malang. (Foto: Khodijah Siti/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Jika hari pertama dihabiskan untuk berburu gurita, hari kedua petualangan di Teluk Asmara dimulai dengan menyaksikan keindahan matahari terbit yang mempesona. Langit berubah menjadi kanvas warna-warni, memancarkan cahaya emas yang membelai permukaan laut yang tenang.

Kami berjalan-jalan di sepanjang pantai yang terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini sambil mengabadikan beberapa momen indah ala sunrise, membiarkan diri kami terpesona oleh keindahan alam yang memukau.

Setelah mengisi mata dengan pemandangan yang menakjubkan, rasa lapar membuat kami memutuskan untuk mencari sarapan di warung setempat. Warung-warung yang terletak di dekat dengan tempat parkir itu menyajikan hidangan-hidangan tradisional dengan harga yang terjangkau.

Sebut saja pecel, ikan asap, mie rebus, dan ayam geprek. Kami menikmati sarapan kami sambil menyeruput secangkir kopi panas, merasakan semangat pagi yang menyegarkan. Hidangan-hidangan ini bisa dinikmati mulai harga Rp 8 K ke atas. Jangan malu untuk bertanya seporsi makanan yang anda pilih sebelum disajikan karena sebagian warung tidak menempelkan label harga di dinding mereka.

Waktunya Bermain Pasir

Setelah sarapan, kami kembali ke pantai untuk melanjutkan petualangan kami. Bermain-main di pasir menjadi pilihan. menggali-gali pasir yang putih dan lembut, bahkan mencoba menimbun salah satu anggota keluarga kami di dalamnya sebagai lelucon.

Sambil bermain, kami meninggalkan handphone kami di toko terdekat untuk diisi daya baterainya dengan tarif yang terjangkau. Satu jam untuk Rp 3K atau 2 jam untuk Rp 5 K. Cukup murah dan membantu bukan?.

Hembusan angin sepoi-sepoi pantai membuat nyaman dan menghantarkan kami terlelap sejenak di bawah naungan pohon-pohon rimbun yang terletak di bibir pantai. Waktu terasa berjalan dengan lambat, membiarkan kami menikmati momen kebersamaan di bawah sinar matahari yang hangat.

Setelah bersantai sejenak, kami bangun dan membersihkan diri. Kami memutuskan untuk memasak makan siang menggunakan peralatan masak yang telah dibawa dari rumah. Menyiapkan hidangan ala barbecue sederhana namun lezat, dan menikmatinya di tepi pantai sambil merasakan hembusan angin laut yang menyegarkan.

Panen Kerang Kipas

Indahnya-sinar-matahari-pagi-di-Teluk-Asmara-s.jpgBentuk kerang kipas setelah dipanen di Teluk Asmara. (Foto: Khodijah Siti/TIMES Indonesia)

Jam 3 sore, air laut mulai surut. kami memutuskan untuk melanjutkan petualangan di bagian pantai yang berbeda, pantai dengan pemandangan sunrise dan pasir yang agak kasar.

Di tempat ini, kami menemukan banyak kerang kipas yang tersembunyi di bawah pasir pantai. Kami bergembira menemukan ribuan kerang kipas berukuran besar dan kecil, dan mulai mengumpulkannya dengan penuh semangat.

Proses panen kerang kipas sangatlah seru dan memuaskan. Hanya dengan memegang bagian ujung keras yang menyembul dari dasar passir dan menggoyangkannya maka kerangpun akan terangkat.

Kami terus mencari dan mengumpulkan kerang-kerang tersebut hingga senja tiba. Bahkan setelah matahari terbenam, sebagian pengunjung yang juga bermalam dan mendirikan tenda di pantai masih melanjutkan kegiatan ini dengan menggunakan pencahayaan tambahan di malam hari.

Sebelum gelap benar-benar turun, kami memutuskan untuk naik ke darat dan mengakhiri kegiatan untuk hari itu. Dengan hati yang penuh kebahagiaan, sekantong plastik besar penuh dengan kerang kipas yang telah kami bersihkan dengan teliti dibawa mendekati tenda.

Cara Mudah Memasak Kerang Kipas

Setelah membersihkan diri, kami memutuskan untuk memasak kerang tersebut. Memasak kerang kipaas segar tidaklah sulit. Cukup dengan cara direbus menggunakan air tawar, buang air rebusan pertama kemudian tambahkan lagi air tawar kedua. Rebus hingga mendidih, sederhana namun nikmat.

Rasa gurih dan asin alami dari kerang membuat hidangan ini menjadi sajian yang sangat memuaskan, terutama setelah seharian berpetualang di pantai. Ratusan kerangpun tampak terkelupas dan hanya tersisa cangkangnya.

Setelah kenyang, malam itu, kami memutuskan untuk bersantai di pinggir pantai sambil menikmati gemerlap cahaya bulan sabit yang memantulkan kilauan misterius di atas permukaan air. Kami tidur di luar tenda, menikmati suasana alam yang tenang namun mempesona.

Kami sadar bahwa petualangan di Teluk Asmara tidak hanya tentang menikmati keindahan alam, tetapi juga tentang menjalin ikatan yang kuat dengan alam dan keluarga. Dalam kebersamaan itulah menemukan kebahagiaan yang sejati, mengukir kenangan tak terlupakan di bawah cahaya bulan yang bersinar gemilang menjadi hal yang penting untuk didapatkan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES