Advertisement
Wisata

Museum Bangkit! Wisata Sejarah Siap Dikemas Lebih Seru

Kemenbud siapkan paket wisata museum seperti Sangiran untuk dorong kunjungan museum. Menbud Fadli Zon: Integrasi AI-AR tingkatkan inklusivitas di 469 museum.

TIMES Indonesia,
Museum Bangkit! Wisata Sejarah Siap Dikemas Lebih Seru
Konservator memeriksa data fosil dan benda purbakala di ruang penyimpanan Laboratorium Konservasi Museum dan Cagar Budaya Klaster Bukuran, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025). (FOTO: ANTARA)
A-AA+

JAKARTA Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan Abi Kusno mengemukakan bahwa mereka tengah menyiapkan paket wisata untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum.

"Paket wisata, iya. Bagaimana cara sumber dari kita yang siap dijual yang akan mempromosikan (museum) mana yang siap, dikerjakan dengan operator wisata," kata Abi saat ditemui di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Advertisement

Kepala Museum dan Cagar Budaya telah melakukan penjajakan dengan beberapa operator wisata soal potensi museum dan cagar budaya yang dapat masuk dalam paket wisata.

Salah satu museum potensial yang diusulkan agar masuk dalam paket wisata adalah Museum Sangiran di Jawa Tengah yang memiliki nilai dan cerita masa lalu.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyatakan bahwa museum di Indonesia harus terus meningkatkan inklusivitas yang diintegrasikan dengan teknologi digital sehingga tetap relevan.

"Museum Indonesia perlu merespons tuntutan zaman dengan meningkatkan inklusivitas, mengintegrasikan teknologi digital, dan menjadi ruang publik yang relevan bagi generasi muda," kata Menbud Fadli Zon, Sabtu (10/5/2025).

Fadli Zon mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 469 museum.

Advertisement

Menurut dia, model tata kelola di Museum Nasional melalui BLU Museum dan Cagar Budaya telah menunjukkan kemajuan, seperti pengembangan layanan edukasi dan konservasi, pembentukan Dewan Penyantun, serta penyelenggaraan eksibisi temporer dan inovasi digital dengan teknologi Artifical Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR).
Kementerian Kebudayaan berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi di museum-museum lain di seluruh Indonesia agar ekosistem permuseuman nasional menjadi lebih maju dan berdaya saing.

Dia juga menyoroti sejumlah tantangan pengelolaan museum saat ini, antara lain keterbatasan tenaga profesional, kesenjangan kapasitas antarwilayah, keterbatasan pendanaan, serta rendahnya keterlibatan publik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia