Advertisement
Wisata

Lereng Semeru Simpan Pesona Tersembunyi di Coban Srengenge Ampelgading Malang

Lereng Gunung Semeru tak hanya identik dengan keindahan Coban Sewu dan Tumpak Sewu, yang kini sama-sama dalam pengelolaan pihak dari dua wilayah, Kabupaten Malang dan Lumajang.

TIMES Indonesia,
Lereng Semeru Simpan Pesona Tersembunyi di Coban Srengenge Ampelgading Malang
Pemandangan dari atas, kawasan wisata Coban Srengenge Ampelgading Kabupaten Malang dengan pesona tiga air terjun dan alam yang sangat asri. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Lereng Gunung Semeru tak hanya identik dengan keindahan Coban Sewu dan Tumpak Sewu, yang kini sama-sama dalam pengelolaan pihak dari dua wilayah, Kabupaten Malang dan Lumajang.

Di wilayah Ampelgading Kabupaten Malang yang berada di kaki lereng Semeru, juga punya keindahan alam dengan pesona yang luar biasa. Yakni, kawasan yang dijuluki Coban Srengenge.

Advertisement

Terletak di Dusun Sumberwangi, Desa Tirtomarto Ampelgading, pesona Coban Srengenge kini muncul jadi alternatif jujugan destinasi wisata. Keindahan yang di tempat ini menjadi surga tersembunyi, terlebih bagi para pencinta alam dan pemburu spot foto Instagramable.

Coban Srengenge adalah sebuah air terjun bertingkat tiga yang menawarkan keindahan alam yang masih asri dan anti-mainstream.

Pengunjung yang datang akan disuguhkan dengan pemandangan hijau yang rimbun, udara segar, dan gemercik air yang menenangkan, sempurna untuk "healing" atau sekadar melepas penat dari hiruk pikuk kota.

Keunikan Kawasan di Tiga Tingkat Air Terjun

Destinasi yang dikenal juga sebagai "Air Terjun Matahari", Coban Srengenge punya daya tarik utama berupa tiga tingkatan air terjun. Yakni, Coban 1, 2, dan 3, masing-masing dengan karakteristik keindahan dan suasana yang memikat pengunjung yang singgah.

Advertisement

Akses menuju Coban 1 dan 2 relatif mudah dengan jalan setapak yang sudah dicor, serta beberapa fasilitas buatan seperti spot foto yang tersedia. 

Coban-Srengenge-Ampelgading-Kabupaten-Malang-2.jpg

"Di Coban 1 dan 2, pengunjung dapat menikmati keindahan air terjun yang memesona, bahkan terkadang terlihat fenomena pelangi yang indah di pagi hari," terang Camat Ampelgading, M

 Ishak, Senin (16/2/2026).

Petualangan sesungguhnya justru menanti di Coban 3, yang berada lebih ke bawah tebing. Jalur menuju tingkat paling bawah ini dikenal lebih ekstrem, membutuhkan tracking menurun yang curam selama kurang lebih 35-45 menit.

Lebih menantang ini, jalur menuju Coban 3 Srengenge harus melalui jalan setapak yang masih alami dari tanah, disertai tanaman rimbun sekelilingnya.

Meski menantang, perjuangan tersebut akan terbayar lunas dengan pemandangan air terjun yang lebih tinggi dan indah. Suasana yang benar-benar masih alami, tanpa tambahan fasilitas buatan. 

Pengunjung disarankan untuk berhati-hati, terutama saat ingin menyeberangi aliran sungai, untuk mendapatkan spot dan pengalaman terbaik.

Informasi Kunjungan Coban Srengenge 

Kepala Desa Tirtomarto, Joni Suharyanto mengungkapkan, Coban Srengenge awal dibuka tahun 2017 silam, kemudian sempat vakum beberapa tahun.

"Wisata ini terpaksa vakum ketika ada pandemi Covid- 19, dan baru dibuka kembali per 14 Desember 2025 lalu," terang Joni.

Meskipun sempat terbengkalai akibat pandemi, lanjutnya, Coban Srengenge kini mulai dikelola kembali dengan baik. Bagi yang berminat berkunjung, lokasi tepatnya juga dapat ditemukan dengan mudah melalui Google Maps.

Air terjun ini buka setiap hari dengan jam operasional yang fleksibel, dan harga tiket masuknya sangat terjangkau, sekitar Rp 10.000 warga lokal, dan Rp 20.000 bagi pengunjung asing atau turis. 

Pengunjung juga dikenakan jasa parkir Rp 5.000 untuk sepeda motor, dan Rp 10.000 untuk mobil. 

Pengunjung disarankan membawa uang tunai karena pembayaran di lokasi masih bersifat cash-only.

Coban Srengenge bukan sekadar air terjun biasa, melainkan sebuah paket lengkap wisata alam yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang datang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia