Masjid Tiban Turen Malang, Masjid Megah Dengan Mitos Dibangun oleh Jin
Masjid Tiban yang terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjadi salah satu ikon wisata religi sekaligus bangunan bersejarah yang menyimpan kisah unik

MALANG – Masjid Tiban yang terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjadi salah satu ikon wisata religi sekaligus bangunan bersejarah yang menyimpan kisah unik. Di balik kemegahannya, masjid ini memiliki sejarah panjang yang kerap diselimuti mitos di masyarakat.
Masjid yang berada dalam kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah ini mulai dibangun sejak tahun 1978 atas prakarsa pengasuh pesantren, KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh.
Pembangunan dilakukan oleh para santri dan jamaah secara bertahap, bukan secara instan seperti yang banyak dipercaya masyarakat.
Mitos yang beredar di masyarakat, masjid ini dibangun oleh bangsa jin. Yang membuat bangunan ini layaknya 1.000 candi yang selesai dibangun hanya waktu semalam, seperti di legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.
Mitos itu muncul bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari lokasi masjidnya yang berada di tengah perkampungan, dengan jalan masuk yang cenderung sempit, rasanya memang tak mungkin jika material bangunan dalam jumlah besar masuk ke areal tersebut. Namun nyatanya, berdiri bangunan megah di kawasan tersebut.
Namun mitos itu ditepis oleh salah satu warga, yang juga merupakan santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, Hanabillah. Dia menyebut, bahwa material bangunan memang didatangkan secara bertahap dengan menggunakan mobil kecil seperti pick-up.
"Memang banyak yang mengatakan bahwa tidak pernah kelihatan ada material bangunan dikirim, tapi bisa bangun terus. Tapi kebanyakan yang bicara biasanya orang yang rumahnya agak jauh dari sini. Kalau orang sini saya kira paham," ucapnya.
Menurut keterangan pengurus pondok pesantren, pembangunan awal dilakukan secara sederhana menggunakan bahan dasar batu merah dan tanah liat. Seiring waktu, bangunan terus berkembang hingga menjadi kompleks masjid megah seperti sekarang.
Dilansir dari berbagai sumber, Pembangunan Masjid Tiban merupakan hasil dari istikharah atau petunjuk spiritual yang diterima KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh. Berdasarkan petunjuk tersebut, pembangunan masjid kemudian dimulai dan terus dilanjutkan secara swadaya oleh santri dan masyarakat sekitar.
Rintisan pesantren sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1963, sedangkan pembangunan masjid dimulai ketika jumlah santri bertambah dan membutuhkan tempat ibadah yang lebih besar.
Masjid ini kemudian berdiri semi permanen pada awal 1990-an dan terus mengalami pengembangan hingga menjadi bangunan megah bertingkat seperti saat ini.
Asal-Usul Nama “Tiban”
Nama “Tiban” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tiba-tiba muncul”. Istilah ini muncul karena masyarakat sekitar tidak mengetahui proses pembangunan secara detail, sehingga muncul anggapan bahwa masjid tersebut dibangun secara misterius atau tiba-tiba berdiri megah.
Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa pembangunan masjid sepenuhnya dilakukan manusia, yakni para santri dan jamaah, tanpa bantuan makhluk gaib. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan transparan dengan dana swadaya.
Masjid Tiban dikenal memiliki sekitar 10 lantai dengan fungsi berbeda-beda, mulai dari ruang salat, tempat istirahat santri, hingga fasilitas pendukung lainnya. Secara arsitektur, bangunan ini memadukan berbagai gaya, seperti Timur Tengah, India, dan Tionghoa, yang membuat tampilannya berbeda dari masjid pada umumnya.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Tiban kini juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.
Masjid Tiban bukan hanya simbol kemegahan arsitektur, tetapi juga menjadi bukti semangat gotong royong santri dan masyarakat dalam membangun rumah ibadah secara mandiri.
Keberadaannya mencerminkan perjalanan panjang sebuah pesantren tradisional yang berkembang secara bertahap dan menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Kabupaten Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

