Ziarah ke Makam Dewi Sekardadu, Wisata Religi Unik di Sidoarjo Saat Libur Lebaran
Ziarah ke Makam Dewi Sekardadu dapat menjadi alternatif kegiatan saat libur Lebaran. Selain berdoa dan mengenang tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa, pengunjung juga dapat menikmati suasana pesisir yang masih alami.
SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan wisata kuliner seperti kupang lontong atau bandeng asap. Kota Delta juga memiliki destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah, salah satunya adalah Makam Dewi Sekardadu di kawasan pesisir.
Tempat ziarah ini kerap menjadi tujuan masyarakat yang ingin melakukan wisata religi. Kunjungan biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan hingga libur Lebaran.
Sosok Dewi Sekardadu dalam Sejarah Islam Jawa
Dewi Sekardadu dikenal dalam sejarah sebagai ibu dari Sunan Giri, salah satu tokoh penting penyebaran Islam di Jawa yang termasuk dalam jajaran Wali Songo.
Cerita yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa Dewi Sekardadu berasal dari wilayah Blambangan. Dalam perjalanan sejarahnya, jasad beliau diyakini terbawa arus hingga kawasan pesisir Sidoarjo.
Seorang juru kunci makam menyebutkan, kisah tersebut telah lama dipercaya oleh masyarakat setempat.
“Menurut cerita turun-temurun, Dewi Sekardadu adalah ibu dari Sunan Giri dan jasadnya ditemukan di kawasan pesisir ini,” ujarnya.
Sejak saat itu, makam tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah yang dikenal masyarakat Jawa Timur.
Ziarah Menyusuri Sungai dan Hutan Mangrove
Keunikan Makam Dewi Sekardadu terletak pada akses menuju lokasi yang berbeda dari tempat ziarah lainnya.
Makam ini berada di Desa Kepetingan, Kecamatan Buduran, yang berada di kawasan pesisir dan dikelilingi hutan mangrove.
Untuk mencapai lokasi makam, pengunjung biasanya harus menggunakan perahu tradisional. Perjalanan dilakukan melalui sungai yang diapit rimbunnya hutan mangrove.
Seorang pengemudi perahu di lokasi mengatakan perjalanan menuju makam menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
“Biasanya peziarah naik perahu dari dermaga lalu menyusuri sungai sampai ke makam,” katanya.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat rimbunnya mangrove serta aktivitas nelayan di kawasan pesisir.
Ramai Dikunjungi Saat Ramadan dan Lebaran
Jumlah peziarah ke Makam Dewi Sekardadu biasanya meningkat menjelang Ramadan dan pada masa libur Lebaran.
Banyak masyarakat datang untuk berdoa sekaligus mengenang sejarah penyebaran Islam di Jawa.
Seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya mengatakan ziarah ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan sejarah kepada anak-anak.
“Selain berziarah, kami juga ingin anak-anak tahu sejarah tokoh-tokoh penyebar Islam,” katanya.
Perjalanan menuju makam yang melewati sungai dan hutan mangrove membuat wisata ini terasa seperti perpaduan wisata religi dan wisata alam.
Pilihan Wisata Religi Saat Libur Lebaran
Ziarah ke Makam Dewi Sekardadu dapat menjadi alternatif kegiatan saat libur Lebaran.
Selain berdoa dan mengenang tokoh penting dalam sejarah Islam Jawa, pengunjung juga dapat menikmati suasana pesisir yang masih alami.
Keberadaan makam ini menunjukkan bahwa Sidoarjo tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan kekayaan kuliner, tetapi juga memiliki destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


