Advertisement
Wisata

Candi Jawar di Kaki Semeru, Bangunan Terbengkalai yang Kerap Disangka Peninggalan Sejarah

Bangunan yang dikenal sebagai Candi Jawar ini sebenarnya bukan situs purbakala, melainkan bangunan buatan yang kini kondisinya terbengkalai.

TIMES Indonesia,
Candi Jawar di Kaki Semeru, Bangunan Terbengkalai yang Kerap Disangka Peninggalan Sejarah
Bangunan menyerupai candi di kaki Gunung Semeru ini kerap disangka peninggalan kuno, padahal merupakan bangunan buatan yang terbengkalai (FOTO: Allegra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang berdiri sebuah bangunan menyerupai candi di kawasan kaki Gunung Semeru.

Dikelilingi hamparan rumput liar dan suasana yang sunyi, tempat ini sekilas tampak seperti situs kuno yang terlupakan.

Advertisement

Kesan itulah yang membuat banyak orang keliru. Tak sedikit pengunjung mengira bangunan tersebut merupakan candi asli peninggalan era Hindu-Buddha.

candi di kaki Gunung Semeru - 2
Candi Jawar di Ampelgading sering disalahartikan sebagai situs bersejarah karena tampilannya yang menyerupai candi asli.

Padahal, bangunan yang dikenal sebagai Candi Jawar ini sebenarnya bukan situs purbakala, melainkan bangunan buatan yang kini kondisinya terbengkalai.

Bangunan tersebut berdiri sendiri tanpa kompleks pendukung yang jelas. Di sekitarnya, tampak beberapa struktur lain yang sudah tidak terurus, memperkuat kesan tua dan 'ditinggalkan'.

Minimnya papan informasi di lokasi juga membuat pengunjung mudah berasumsi bahwa tempat ini memiliki nilai sejarah.

Advertisement

Perjalanan menuju lokasi pun cukup menantang. Akses jalan mulus hanya ditemui di awal, yakni melalui Desa Tawangagung dan Argoyuwono.

Setelah melewati pos pantau Semeru, jalur berubah menjadi bebatuan kasar yang cukup ekstrem, sehingga tidak disarankan menggunakan sepeda motor matic.

candi di kaki Gunung Semeru - 1
Area sekitar tampak tak terawat, menambah kesan lama dan ditinggalkan di tengah lanskap alam yang sunyi.

Meski bukan candi asli, daya tarik tempat ini tetap kuat. Perpaduan lanskap alam kaki gunung dengan bangunan bergaya kuno menciptakan suasana yang unik; sunyi, sedikit misterius, sekaligus fotogenik.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tampilan visual dan atmosfer dapat membentuk persepsi. Dalam banyak kasus, yang terlihat 'bersejarah' belum tentu benar-benar berasal dari masa lalu. (*)

Pewarta: Aisyah Imanira Islam

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia