Advertisement
Wisata

Libur Lebaran Dongkrak Wisata Pangandaran, Retribusi Tembus Rp8,9 Miliar

Libur Idul Fitri 2026 dongkrak retribusi wisata Pangandaran hingga Rp8,9 miliar, dengan puncak kunjungan 120 ribu wisatawan dan strategi Bapenda mengoptimalkan PAD lewat penguatan sistem tiket.

TIMES Indonesia,
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Pangandaran, Retribusi Tembus Rp8,9 Miliar
Antrean kendaraan saat memasuki pintu timur wisata pantai Pangandaran. (FOTO : Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)
A-AA+

PANGANDARAN Momentum libur Idul Fitri 2026 membawa dampak positif terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatat penerimaan retribusi wisata selama periode tersebut mencapai Rp8,9 miliar.

Kepala Bidang Retribusi Bapenda Kabupaten Pangandaran Bagus Winahyu, mengatakan lonjakan pendapatan tidak lepas dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang memadati sejumlah destinasi unggulan.

Advertisement

"Selama masa libur Idul Fitri, pendapatan retribusi mencapai Rp8,9 miliar. Sementara itu, sepanjang Maret 2026 total penerimaan sudah menyentuh Rp9,5 miliar," ujar Bagus, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, puncak kunjungan terjadi dalam tiga hari utama libur Lebaran dengan jumlah wisatawan sekitar 120 ribu orang. Dari periode tersebut saja, kontribusi pendapatan mencapai Rp2,1 miliar.

Menurutnya, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata Pangandaran masih menjadi magnet utama bagi wisatawan, terutama saat momentum libur panjang.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Bapenda telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengoptimalkan pendapatan pada April 2026 dengan target sebesar Rp5 miliar.

Langkah yang dilakukan antara lain penguatan kinerja petugas pemungut retribusi melalui pengaturan jadwal kerja yang lebih efektif, peningkatan kualitas sistem tiket, serta pemeliharaan sarana pendukung seperti mesin pencetak tiket.

Advertisement

Selain itu, pengawasan di lapangan juga diperketat, termasuk upaya menutup jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi menjadi celah kebocoran retribusi.

"Monitoring dan evaluasi terus kami lakukan agar sistem berjalan optimal dan potensi pendapatan dapat dimaksimalkan," jelasnya.

Bagus pun berharap tingginya animo wisatawan ke Pangandaran dapat terus terjaga, sehingga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Harapannya, kunjungan wisatawan terus meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Acep Rifki Padilah
PenulisAcep Rifki PadilahSarjana Pendidikan STAI KH. Badruzzaman (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya di Pangandaran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia