‘Nyunset’ di Tepi Sungai, Cara Asyik Menikmati Senja di Banyuwangi
Di tengah geliat wisata modern, Pesona Senja menghadirkan ketenangan yang kini semakin dicari banyak orang.
BANYUWANGI – Di Banyuwangi, menikmati senja kini punya cara baru. Duduk santai di tepi sungai, menyeruput kopi, dan menikmati suasana alam yang tenang.
Sore pun perlahan turun. Langit berubah jingga, angin berembus lembut, dan suara gemercik air mengalun menenangkan. Di sebuah sudut desa di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, momen ini tak lagi sekadar pemandangan, melainkan pengalaman sederhana yang kini digandrungi banyak orang.
Ya, fenomena ini bisa ditemui di Wisata Pesona Senja (Sunset Point) di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo. Di tempat ini, menikmati matahari terbenam bukan hanya soal melihat langit, tapi juga merasakan suasana. Pengunjung duduk santai di tepi sungai, menyeruput kopi hangat, sambil membiarkan waktu berjalan pelan.
Tampak hamparan sawah yang hijau membentang, berpadu dengan latar megah Gunung Raung di kejauhan. Sesekali, kereta pai melintas tak jauh dari lokai, menambah sentuhan unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Semua elemen itu seolah menyatu, menciptakan lanskap yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga menenangkan.
Tak berhenti di situ, pengunjung juga bisa memacu adrenalin dengan mencoba tubing menyusuri aliran sungai yang jernih, menambah sensasi seru di tengah suasana alam yang damai.

Tak heran jika tempat ini cepat mencuri perhatian. Wisatawan lokal hingga luar daerah mulai berdatangan. Salah satunya Dewi Fatmawati, pengunjung asal Jember, yang mengaku terkesan dengan suasana alami di Pesona Senja.
“Pengalaman tubing di sini luar biasa. Sungainya bersih, segar, dan suasananya asyik. Cocok sekali untuk liburan bersama keluarga,” kata Dewi, Selasa (21/4/2026).
Di balik ramainya pengunjung, ada peran besar warga desa yang mengelola potensi ini secara gotong royong. Sejak dikembangkan sekitar tiga tahun lalu, Pesona Senja terus tumbuh. Bahkan saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa menembus lebih dari 500 orang per hari.
Dampaknya pun terasa langsung. Sekitar 20 pelaku UMKM kini ikut meramaikan kawasan wisata ini. Mereka menjajakan aneka kuliner lokal, mulai dari makanan ringan hingga kopi khas Glenmore yang kian dikenal luas. Dalam sehari, omzet masing-masing pelaku usaha bahkan bisa mencapai Rp1 juta saat hari libur.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengapresiasi inisiatif warga dalam mengembangkan wisata berbasis alam dan komunitas ini. Menurutnya, kreativitas seperti ini bukan hanya memperkaya destinasi wisata, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa.
“Ini bisa menjadi magnet baru untuk menarik wisatawan ke Glenmore. Kami siap mendukung, tapi tetap jaga kebersihan dan kualitas produk UMKM agar pengunjung membawa kesan yang baik,” ucapnya.
Untuk memperkuat daya tarik, Pemerintah Desa Sumbergondo juga rutin menggeber event, salah satunya ‘Ngopi Pinggir Kali dan Tubing’ yang sukses menarik antusiasme pengunjung.
Dalam suasana lesehan di tepi sungai, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil menunggu senja datang. Momen sederhana yang justru menjadi daya tarik utama.
Sementara itu, Kepala Desa Sumbergondo, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak didirikan tiga tahun lalu, destinasi ini mendapat antusiasme dari masyarakat, bahkan kunjungan cenderung meningkat.
“Kami terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan rutin mengimbau pengunjung agar tidak membuang sampah ke sungai,” cetusnya.
Di tengah geliat wisata modern, Pesona Senja menghadirkan ketenangan yang kini semakin dicari banyak orang.
Dari tepi sungai di Glenmore, senja tidak hanya terlihat indah, tetapi juga terasa hangat dan dekat. Suasana sederhana ini kerap meninggalkan kesan mendalam, membuat siapa pun ingin kembali menikmatinya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


