Museum Bahari Yogyakarta, Menelusuri Jejak Sejarah Maritim Nusantara di Pesisir Selatan Bantul
Museum Bahari Yogyakarta di Bantul menyimpan ribuan koleksi sejarah kemaritiman Indonesia, mulai dari perahu tradisional, alat navigasi, hingga peninggalan TNI AL.
JOGJA – Terletak strategis di kawasan Jalan Pantai Selatan, Kabupaten Bantul, dekat objek wisata Depok, Museum Bahari Yogyakarta berdiri sebagai ruang edukasi yang merekam perjalanan panjang sejarah kemaritiman Indonesia.
Museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan pusat informasi yang menyimpan beragam peninggalan penting terkait kehidupan laut, pelayaran, budaya pesisir, hingga pertahanan maritim.
Sejarah berdirinya Museum Bahari Yogyakarta tidak lepas dari peran TNI Angkatan Laut (AL). Awalnya, bangunan tersebut merupakan kompleks markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodalar) XIII Yogyakarta. Seiring perkembangan waktu dan kebutuhan pelestarian sejarah, kawasan ini kemudian dialihfungsikan menjadi museum.
Pendirian museum bertujuan mendokumentasikan serta melestarikan berbagai aspek kehidupan maritim Indonesia, mulai dari alat tangkap ikan tradisional, jenis-jenis perahu Nusantara, hingga peran Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara.
Museum ini kemudian dibuka untuk umum dan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang unik di kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
“Museum ini sangat mengedukasi, terutama bagi anak-anak dan pelajar yang ingin mengenal jauh tentang maritim kita,” ujar Basuki, salah satu pengunjung.
Koleksi dan Nilai Sejarah

Museum Bahari Yogyakarta menyimpan lebih dari seribu koleksi yang terbagi dalam sejumlah kategori utama. Berbagai artefak tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus perkembangan dunia pelayaran Indonesia.
Salah satu koleksi utama adalah replika kapal dan perahu tradisional Nusantara, seperti perahu jukung, perahu payang, hingga model kapal layar besar yang pernah digunakan mengarungi lautan.
Selain itu, tersedia pula koleksi alat pelayaran dan navigasi, seperti kompas tua, teropong, peta pelayaran kuno, serta perangkat navigasi tradisional yang digunakan pelaut masa lalu.
Museum ini juga menampilkan biota laut dan geologi, meliputi beragam jenis kerang, batu karang, fosil, dan spesimen hewan laut sebagai bagian dari edukasi kekayaan alam maritim Indonesia.
Keterkaitan museum dengan TNI AL juga terlihat dari koleksi peninggalan sejarah militer, seperti peralatan komunikasi masa perang, seragam, senjata, serta dokumentasi pertahanan laut di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Arsitektur dan Atmosfer Sejarah
Bangunan Museum Bahari Yogyakarta memiliki karakter arsitektur bernuansa kolonial dan militer yang masih kuat. Suasana di dalam museum menghadirkan kesan tenang dengan nuansa sejarah yang kental.
Salah satu daya tarik visual museum adalah keberadaan kapal patroli yang dipajang di halaman depan. Area ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung.
Hingga kini, Museum Bahari Yogyakarta terus berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.
Museum ini menjadi pengingat penting bahwa laut bukan hanya sumber kehidupan dan jalur perdagangan, tetapi juga bagian strategis dari pertahanan negara.
Dengan berbagai koleksi dan nilai sejarah yang dimilikinya, Museum Bahari Yogyakarta tetap menjadi aset penting dalam menjaga memori kejayaan maritim Nusantara.
Pewarta: Yahya Haqul Mubin
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

