Museum Biografi Nabi Muhammad Jadi Destinasi Wajib Jemaah Haji
Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad dan Peradaban Islam di Madinah menjadi destinasi favorit jemaah haji Indonesia dengan teknologi interaktif, panorama era Rasulullah, dan pemandu bahasa Indonesia.
MADINAH – Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad dan Peradaban Islam menjadi salah satu destinasi religi dan edukasi yang menarik perhatian jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Lokasinya yang berada di sekitar Masjid Nabawi, tepatnya dekat gerbang 305 dan 306, membuat museum ini mudah dijangkau para jemaah usai melaksanakan ibadah di masjid suci tersebut.
Museum yang berada di bawah naungan Liga Muslim Dunia itu menghadirkan pengalaman edukatif tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan konsep modern dan teknologi interaktif. Pengunjung tidak hanya memperoleh penjelasan sejarah, tetapi juga dapat merasakan suasana kehidupan Rasulullah melalui visualisasi dan audio visual yang disajikan secara menarik.
Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad dan Peradaban Islam dibuka mulai pukul 08.00 hingga 23.00 waktu Arab Saudi. Tiket masuk dipatok sebesar 40 SAR untuk akses satu museum di lantai dasar, sedangkan paket lengkap lantai bawah dan atas dikenakan biaya 70 SAR per orang.

Salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik bagi jemaah Indonesia adalah tersedianya pemandu atau tour guide berbahasa Indonesia. Layanan ini tersedia mulai pukul 08.00 waktu Arab Saudi hingga setelah Ashar sehingga memudahkan pengunjung memahami setiap penjelasan sejarah dan peradaban Islam yang ditampilkan.
Untuk operasional, museum buka normal pada Minggu hingga Kamis mulai pukul 08.00 sampai 23.00 waktu Arab Saudi. Sementara pada Jumat dan Sabtu, museum mulai beroperasi setelah Ashar.
Museum ini dilengkapi berbagai teknologi modern seperti layar interaktif, magic box, hingga ruang panorama yang memvisualisasikan kehidupan Rasulullah SAW di Madinah. Teknologi tersebut membuat pengalaman belajar sejarah Islam terasa lebih hidup dan mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai usia.
Di lantai dasar, pengunjung diperkenalkan pada biografi para nabi. Informasi yang ditampilkan meliputi sejarah kehidupan, kota kelahiran, bahasa yang digunakan, hingga pekerjaan para nabi yang seluruhnya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Selain itu, pengunjung juga mendapat edukasi mengenai perkembangan peradaban di kawasan Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Haram Makkah. Penjelasan dari para pemandu disampaikan dengan bahasa ringan sehingga mudah dipahami oleh jemaah.

Sementara di lantai bawah, museum menghadirkan layar interaktif yang menampilkan berbagai barang peninggalan Nabi Muhammad SAW seperti tongkat nabi, baju perang, pelana kuda, topi perang, hingga perlengkapan lainnya. Pengunjung juga dapat menikmati tayangan audio visual mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW dan kisah air zam-zam.
Tidak hanya itu, museum juga memiliki toko merchandise eksklusif yang menjual berbagai cendera mata khas museum yang tidak ditemukan di tempat lain.
Bagian yang paling menarik perhatian pengunjung berada di lantai atas. Area ini menggambarkan kehidupan masyarakat Madinah pada masa Rasulullah SAW, mulai dari sumur warga Madinah hingga replika Masjid Nabawi di era Nabi Muhammad SAW.
Detail seperti dinding masjid, mimbar, serta tiang-tiang dari batang pohon kurma dibuat menyerupai kondisi asli pada masa Rasulullah. Pengunjung pun dapat merasakan suasana kehidupan Islam pada masa awal perkembangan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Di bagian akhir kunjungan, terdapat ruang panorama yang menampilkan visualisasi hubungan antara Masjid Nabawi dan rumah Aisyah RA. Ruangan ini juga memperlihatkan proses terbentuknya Raudhah hingga menjadi seperti yang dikenal umat Islam saat ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


