Advertisement
Wisata

Reli Motor Antik Internasional, Dongkrak Potensi Wisata Heritage Kota Malang

Pemkot Malang menyambut positif gelaran reli motor antik internasional bertajuk Jelajah Warisan Nusantara (JAWARA) yang menjadikan Kota Malang sebagai titik start perjalanan komunitas motor klasik.

TIMES Indonesia,
Reli Motor Antik Internasional, Dongkrak Potensi Wisata Heritage Kota Malang
Wali Kota Malang memberangkatkan ratusan motor antik menuju Solo. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALNG Pemkot Malang menyambut positif gelaran reli motor antik internasional bertajuk Jelajah Warisan Nusantara (JAWARA) yang menjadikan Kota Malang sebagai titik start perjalanan komunitas motor klasik menuju Solo.

Diketahui, reli sepanjang 550 kilometer menuju Benteng Vastenburg Solo ini, diinisiasi oleh komunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI). Sekitar 500 peserta ini tidak hanya datang dari belahan nusantara saja, akan tetapi dari mancanegara seperti Brunei Darusalam, Malaysia hingga Australia turut meramaikan kegiatan yang diberangkatkan dari Balaikota Malang, Jumat (15/5/2026) pagi ini.

Advertisement

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang memberangkatkan langsung ratusan riders motor antik mengatakan, terpilihnya Kota Malang sebagai lokasi pemberangkatan menjadi kebanggaan tersendiri karena kegiatan tersebut diikuti komunitas motor antik dari berbagai negara.

“Ini kebanggaan bagi Kota Malang karena menjadi tuan rumah event internasional. Tidak hanya peserta dari Indonesia, tetapi juga ada dari Malaysia, Australia dan Brunei,” ujar Wahyu, Jumat (15/5/2026).

Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Motor Antique Club Indonesia (MACI) kepada Kota Malang sebagai titik awal reli. Menurutnya, para peserta bahkan sudah datang beberapa hari lebih awal untuk menikmati suasana dan destinasi wisata di Kota Malang.

“Jadi mereka tidak hanya ikut reli, tetapi juga menikmati bagaimana Kota Malang,” ungkapnya.

Wahyu menilai tema Jelajah Warisan Nusantara sangat selaras dengan karakter Kota Malang yang dikenal memiliki banyak kawasan dan bangunan heritage. Kesamaan itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas motor antik.

Advertisement

“Penggemar motor antik itu kan melestarikan sesuatu yang tua. Sama seperti Kota Malang yang juga menjaga heritage dan peninggalan lamanya,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan wisata heritage di Kota Malang membuat komunitas motor klasik merasa dekat dengan atmosfer kota. Para peserta reli pun dinilai bisa menikmati perpaduan antara wisata sejarah dengan budaya otomotif klasik yang masih terjaga.

“Banyak peninggalan lama di Kota Malang yang akhirnya bisa dinikmati bersama komunitas motor antik ini,” katanya.

Gelaran reli tersebut juga diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui kunjungan ratusan peserta dan komunitas otomotif dari berbagai wilayah hingga mancanegara.

“Ini menjadi dampak baik bagi wisata kita. Banyak wisata Heritage, sampai hotel pun penuh,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia