Advertisement
Wisata

Pesisir Kabupaten Malang Jadi Allternatif Ekowisata Edukatif

Kawasan sepanjang kawasan pesisir Kabupaten Malang tak hanya menyimpan pesona eksotis pantai. Ada potensi lebih kaya di Malang Selatan dari sekadar keelokan wisata alam pantainya.

TIMES Indonesia,
Pesisir Kabupaten Malang Jadi Allternatif Ekowisata Edukatif
Jajaran Disparbud Kabupaten Malang dan pegiat Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur, saat mengamati tukik, dalam kegiatan gerakan konservasi untuk memperkuat ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir pantai Malang selatan. (Foto: SALAM)
A-AA+

Malang Kawasan sepanjang kawasan pesisir Kabupaten Malang tak hanya menyimpan pesona eksotis pantai. Ada potensi lebih kaya di Malang Selatan dari sekadar keelokan wisata alam pantainya.

Di kawasan pesisir terdapat beberapa potensi alternatif untuk mata pencaharian masyarakat, terutama di sekitaran. Sebut saja, perikanan tangkap ramah lingkungan, wisata kuliner dan ekonomi kreatif UMKM. Bahkan, menjadi pilihan wisata minat khusus seperti ekowisata dan eduwisata.

Advertisement

Data dihimpun, terdapat hutan lindung tersisa di kawasan Malang selatan yang membentang seluas 1989 Ha, yang tersebar di 6 desa dalam wilayah dua kecamatan, Bantur dan Donomulyo.

Selama ini, kawasan hutan lindung Malang selatan menjadi laboratorium alam bagi kampus se Jawa timur. Potensi menjadi kawasan ekowisata dan eduwisata, diantaranya bisa ditemukan di kawasan Kondang Merak dan sekitarnya.

"Di kawasan hutan Kondang Merak, punya potensi bagus seperti untuk pengamatan burung, pengamatan satwa liar, praktikum ekologi laut, pengamatan ekosistem hutan pesisir dan lainnya," terang Andik Syaifudin, pegiat Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Senin (8/6/2026).

Tak cukup di situ, di wilayah kecamatan Gedangan tepatnya kawasan pesisir Bajulmati, mempunyai Konservasi penyu yang setiap tahun melepaskan ribuan tukik.

Bergeser lagi lebih ke selatan, di wilayah Sumbermanjing Wetan, terdapat pantai CMC 3 warna yang merupakan kawasan konservasi mangrove atau hutan bakau.

Advertisement

Pesisir perairan Malang selatan diketahui menjadi lokasi pendaratan empat jenis penyu, yaitu penyu lekang, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu blimbing. Lokasi yang dapat dikunjungi adalah Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo Gedangan. Setiap tahun Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur melepasliarkan ribuan tukik di lokasi tersebut.  

Di kawasan Sendang Biru juga punya potensi hutan mangrove seluas 81 hektare, tepatnya di CMC Tiga Warna yang dikelola Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. Lokasi itu kerap menjadi tempat belajar mahasiswa tentang ekosistem mangrove.  

Di bagian barat, kawasan hutan lindung Malang Selatan yang didampingi Sahabat Alam Indonesia diketahui menyimpan 130 jenis burung, 150 jenis kupu-kupu, dan 89 tanaman hutan. 

Kekayaan hayati itu tentu akan menjadi daya tarik ekowisata mancanegara seperti pengamatan burung dan wildlife tour. Wisatawan juga dapat menikmati ekowisata bahari seperti melihat lumba-lumba, paus, dan memancing lewat akses Pantai Sendang Biru dan Kondang Merak.  

"Kawasan Malang Selatan merupakan laboratorium alam. Bagi pelajar, belajar bisa dilakukan dengan melakukan study tour di kawasan konservasi sebagai tempat belajar di lapangan," kata Andik Syaifudin.

Dengan semua kekayaan dan potensi kawasan pesisir tersebut, bisa menjadi daya tarik eduwisata yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Kedatangan mereka, sekaligus diharapkan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, serta berperan langsung dalam upaya kelestarian alam di lokasi tersebut.

Maka, diharapkan pemerintah bisa memaksimalkan stakeholder dalam sinergi hexahelix (pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, NGO dan media), untuk berbagi peran mengawal kebijakan pembangunan yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Gandeng Penggerak Konservasi 

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang berinisiatif menggandeng penggerak konservasi untuk memperkuat terwujudnya ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir Malang Selatan.  

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Sitondang menyebut, garis pantai sepanjang 102 kilometer di Malang Selatan punya potensi daya tarik pariwisata berskala internasional. 

Terkhusus, terdapat kawasan konservasi di wilayah itu menyimpan kekayaan biodiversitas hutan pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.  

"Minat khusus dalam pemanfaatan potensi alam berkelanjutan seperti eduwisata dan ekowisata, dapat memberi nilai manfaat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam," ujar Firmando.  

Arik Anggara dari Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, yang juga pengelola CMC Tiga Warna menyampaikan, agar dinas pariwisata dapat membantu memfasilitasi terkait sertifikasi dan lisensi pemandu ekowisata.

Hal ini, menurutnya agar kegiatan eduwisata dan ekowisata berstandar, serta memberi kenyamanan dan keamanan pengunjung wisata. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia