Banyak Libur Panjang, TPK Hotel Bintang di Kabupaten Malang Melonjak
Momen libur panjang yang terjadi sepanjang April 2025 memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Malang.
MALANG – Momen libur panjang yang terjadi sepanjang April 2025 memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2025 mencapai 43,28 persen, naik signifikan dibandingkan Maret 2025 yang hanya sebesar 14,48 persen.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan kenaikan okupansi hotel tersebut tidak lepas dari meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan cuti bersama yang berlangsung pada April lalu.
"TPK hotel berbintang pada April 2026 naik 28.80 poin dibandingkan dengan bulan Maret 2026," terangnya.
Peningkatan TPK hotel berbintang pada April 2025 dipengaruhi salah satunya oleh tingginya aktivitas perjalanan masyarakat selama masa libur panjang. Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan kamar hotel, khususnya pada hotel berbintang.
Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir setelah okupansi hotel sempat mengalami penurunan tajam pada Maret 2025.
Tidak hanya hotel berbintang, hotel nonbintang juga mengalami peningkatan tingkat hunian. Pada April 2025, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 15,30 persen, naik dari 7,19 persen pada Maret 2025 atau meningkat sekitar 8,11 poin.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan selama periode libur tidak hanya dirasakan oleh hotel-hotel besar, tetapi juga akomodasi nonbintang yang banyak digunakan wisatawan domestik.
Selain tingkat hunian, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel Kabupaten Malang pada April 2025 masih relatif singkat. Untuk hotel berbintang, rata-rata tamu menginap selama 1,55 hari, sedangkan di hotel nonbintang sebesar 1,09 hari.
Erny menjelaskan, pola tersebut mengindikasikan mayoritas wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang masih didominasi oleh perjalanan jangka pendek atau wisata akhir pekan.
“Rata-rata lama menginap yang masih berada di kisaran satu hingga dua hari menunjukkan bahwa kunjungan wisata di Kabupaten Malang masih didominasi wisatawan dengan pola perjalanan singkat,” jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


