Advertisement
Wisata

Menyusuri Kampung Bunga Kota Batu, Wisata Murah yang Memanjakan Mata dan Pengetahuan

Selain wisata petik buah, Kota Batu juha menghadirkan wisata bunga. Wistawan bisa belanja sekaligus budaya tanaman hias.

TIMES Indonesia,
Menyusuri Kampung Bunga Kota Batu, Wisata Murah yang Memanjakan Mata dan Pengetahuan
Wisata bunga mawar di Desa Gunungsari, Kota Batu, menghadirkan ragam bunga menawan. (Foto-foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia
A-AA+

BATU Kota Batu, Jawa Timur, tak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan beragam wahana buatan dan panorama pegunungan. Di balik pesonanya, kota berhawa sejuk ini juga menyimpan kampung-kampung bunga yang menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang budidaya tanaman hias.

Hamparan bunga warna-warni yang tumbuh subur di lereng pegunungan menjadikan sejumlah desa di Kota Batu layak masuk daftar kunjungan saat liburan. Selain menawarkan suasana asri dan udara segar, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan petani serta mengenal berbagai jenis tanaman hias yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Advertisement

Sebagian besar sentra bunga berada di wilayah Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji. Namun, kawasan Kecamatan Junrejo juga memiliki kampung tematik yang menjadi daya tarik tersendiri. 

Wisata Mawar Kota Bati

Beragam tanaman seperti mawar, anggrek, krisan, anthurium hingga philodendron tumbuh subur dan menghiasi pekarangan rumah maupun lahan pertanian warga.

Berwisata ke kampung bunga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi pada umumnya. Selain menikmati panorama yang instagramable, pengunjung juga dapat melihat langsung proses budidaya tanaman dari pembibitan hingga siap dipasarkan.

Dengan biaya yang relatif terjangkau, kampung-kampung bunga di Kota Batu menjadi pilihan wisata alternatif yang menawarkan keindahan, edukasi, sekaligus pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat. 

Advertisement

Tak heran jika destinasi berbasis pertanian ini terus menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Batu di luar wisata buatan.

Pertama, salah satu destinasi yang banyak diburu wisatawan adalah Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi bunga mawar yang hasil panennya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Di kawasan ini, wisatawan dapat melihat hamparan kebun mawar dengan berbagai varietas dan warna yang tumbuh berjajar rapi. Saat musim berbunga, area perkebunan tampak semarak dan menjadi lokasi favorit untuk berfoto.

Kampung wisata

Beberapa kelompok tani juga mengembangkan wisata petik mawar yang memungkinkan pengunjung memetik bunga langsung dari kebun. Selain membawa pulang bunga segar, wisatawan juga bisa membeli bibit mawar untuk ditanam di rumah.

Salah satu petani Slamet misalnya, sering mengajak wisatawan mengenal proses budidaya mawar mulai dari perawatan hingga teknik pemanenan.

"Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati keindahan bunga, tetapi juga mengetahui bagaimana proses menanam dan merawat mawar agar tumbuh optimal," ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Kedu yaitu ada Kampung Anggrek di wilayah Kecamatan Junrejo, wisatawan dapat mengunjungi Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo. Kampung tematik ini menjadi salah satu pusat pengembangan anggrek terbesar di Kota Batu.

Ratusan greenhouse berdiri di sepanjang kawasan tersebut dan berisi ribuan koleksi anggrek dari berbagai jenis. Tidak hanya menjadi tempat budidaya, kampung ini juga berkembang sebagai lokasi edukasi bagi pelajar, peneliti hingga pecinta tanaman hias.

Pengunjung dapat melihat secara langsung proses penyilangan, pembibitan hingga perawatan anggrek yang dilakukan para petani. Beberapa paket wisata edukasi juga tersedia bagi wisatawan yang ingin belajar lebih mendalam mengenai dunia anggrek.

"Setiap pengunjung dapat belajar mengenal karakter tanaman, cara penanaman hingga teknik perawatan yang benar," kata Dedek salah satu pembudidaya anggrek.

Ke tiga yaitu Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai sentra tanaman hias terbesar di Kota Batu dan kerap dijuluki Desa Sejuta Bunga.

Sepanjang jalan desa, wisatawan akan disuguhi pemandangan aneka tanaman hias yang ditata rapi di halaman rumah warga maupun area budidaya. Keberadaan Pasar Bunga Sekarmulyo dan pusat perdagangan tanaman hias semakin memperkuat identitas desa ini sebagai kampung bunga.

Beragam jenis tanaman dapat ditemukan, mulai dari mawar, krisan, anggrek, anthurium hingga tanaman hias daun yang tengah diminati pasar. Suasana sejuk khas pegunungan membuat wisatawan betah berlama-lama menikmati keindahan desa.

"Selain menjadi tempat berburu tanaman dengan harga petani, di sini para petani menawarkan pengalaman wisata yang ramah keluarga. Anak-anak dapat mengenal berbagai jenis tanaman, sementara orang dewasa bisa menikmati suasana pedesaan yang tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan," kata Sony salah satu penjual tanaman hias. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia