Menghayati Keteguhan Dakwah Nabi dari Atas Kereta Gantung Taif
. Bagi jemaah haji maupun umrah, pemandangan tebing batu yang curam dan jalanan berkelok di bawah sana bukan sekadar objek foto, melainkan pengingat nyata akan beratnya perjuangan dakwah Rasulullah SAW di masa lalu.
JAKARTA – Menikmati keindahan Pegunungan Taif dari dalam kabin kereta gantung Taif Sama Al-Hada ternyata memberikan sensasi spiritual yang mendalam. Bagi jemaah haji maupun umrah, pemandangan tebing batu yang curam dan jalanan berkelok di bawah sana bukan sekadar objek foto, melainkan pengingat nyata akan beratnya perjuangan dakwah Rasulullah SAW di masa lalu.
Wahana yang terletak di kawasan pegunungan Al Hada—sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah—ini menjadi destinasi favorit jemaah setelah mereka berkunjung ke berbagai situs bersejarah di Kota Taif.
Ketika kabin mulai bergerak melintasi bukit, lanskap bebatuan yang kokoh seolah membawa ingatan peziarah kembali ke tahun 619 Masehi. Periode itu adalah masa-masa tersulit bagi Nabi Muhammad SAW yang baru saja kehilangan sang istri tercinta, Khadijah RA, serta pamannya, Abu Thalib. Peristiwa pilu yang menumpuk di tengah makin kerasnya tekanan kaum Quraisy ini membekas dalam sejarah sebagai Amul Huzni atau "Tahun Kesedihan".
Dalam situasi penuh duka tersebut, Nabi bersama Zaid bin Haritsah memutuskan berjalan kaki sejauh 90 kilometer melintasi jalur terjal dari Makkah menuju Taif. Harapannya, mereka bisa mendapatkan perlindungan dan dukungan dari Bani Tsaqif. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya; dakwah beliau ditolak mentah-mentah. Rasulullah dicemooh, diusir, bahkan dilempari batu oleh anak-anak dan budak atas suruhan para pemuka kota hingga kaki beliau terluka dan berdarah.

Melihat medan pegunungan yang sangat ekstrem dari balik kaca kereta gantung saat ini, rasanya sulit membayangkan bagaimana perjuangan fisik yang harus ditempuh Rasulullah dan Zaid kala itu tanpa kendaraan. Jalur yang kini tampak tenang dan indah ini sejatinya adalah saksi bisu atas kesabaran luar biasa sang nabi.
Di luar nilai sejarahnya, Taif Sama Al-Hada Cable Car menyuguhkan petualangan modern yang memikat. Memiliki lintasan sepanjang 4,2 kilometer, wahana ini memegang predikat sebagai salah satu sistem kereta gantung terpanjang di Timur Tengah.
Ada sekitar 54 kabin tertutup yang siap mengantar wisatawan meluncur di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit ini menghubungkan area dataran tinggi Al Hada dengan Al Kar Tourist Village yang berada di lembah bawah.
Meskipun jalur yang dilewati cukup membuat jantung berdebar karena posisi jurang yang dalam, kabin yang bergerak stabil dan tertutup rapat membuat penumpang bisa menikmati panorama Arab Saudi yang unik ini dengan nyaman dan aman. Begitu sampai di stasiun akhir di bawah, pengunjung langsung disambut oleh Al Kar Tourist Village yang menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari wahana air, permainan keluarga, hingga tempat makan dan bersantai.
Untuk menikmati perjalanan pulang-pergi dengan kereta gantung ini, pengunjung cukup membayar tiket seharga 55 Riyal Arab Saudi. Biasanya, setelah dari sini, para jemaah akan melanjutkan tur ziarah mereka ke tempat ikonik lain seperti Masjid Addas, Masjid Abdullah bin Abbas, dan kebun mawar khas Taif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


