Advertisement
Wisata

Selain Turunnya Wahyu Pertama, Gua Hira Jadi Saksi Ketulusan dan Kesetiaan Siti Khadijah

Gua Hira tidak hanya menyimpan kisah tentang wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, tetapi tempat ini juga menjadi saksi ketulusan dan kesetiaan seorang perempuan agung, Siti Khadijah.

TIMES Indonesia,
Selain Turunnya Wahyu Pertama, Gua Hira Jadi Saksi Ketulusan dan Kesetiaan Siti Khadijah
Umat islam saat berziarah ke Gua Hira di Makkah. (FOTO: dok. MCH/Antara Foto)
A-AA+

JAKARTA Gua Hira tidak hanya menyimpan kisah tentang wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, tetapi tempat ini juga menjadi saksi ketulusan dan kesetiaan seorang perempuan agung, Siti Khadijah.

Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW diketahui kerap menyendiri dan berkhalwat di Gua Hira untuk merenungkan berbagai persoalan kehidupan. Aktivitas tersebut dilakukan berulang kali dalam waktu yang tidak singkat.

Advertisement

Di tengah proses itu, Khadijah selalu hadir mendampingi perjuangan suaminya. Berbagai riwayat menyebutkan ia harus bolak-balik mendaki Jabal Nur untuk mengantarkan makanan dan kebutuhan Rasulullah SAW.

Tidak hanya harus menghadapi medan yang berat, Khadijah juga harus menjaga keselamatan dirinya dan Rasulullah SAW dari ancaman kaum Quraisy yang memusuhi dakwah Islam.

Perjalanan menuju Gua Hira yang kini ditempuh sekitar satu setengah jam terasa jauh lebih ringan dibandingkan kondisi pada masa itu. Karena itulah, banyak jemaah haji yang tiba di Gua Hira kemudian merenungkan besarnya pengorbanan Khadijah dalam mendampingi Rasulullah SAW.

Kesetiaan itulah yang membuat nama Khadijah selalu dikenang dalam sejarah Islam. Siti Khadijah bukan hanya istri pertama Rasulullah SAW, tetapi juga sahabat, penyemangat, sekaligus pendukung utama perjuangan dakwah beliau pada masa-masa paling sulit.

Di balik bebatuan Jabal Nur dan sempitnya Gua Hira, tersimpan pelajaran tentang cinta, pengorbanan, dan keteguhan iman. Tempat ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar Rasulullah SAW tidak pernah dilewati seorang diri.

Advertisement

Ada sosok Khadijah yang setia mendampingi setiap langkah perjuangan, bahkan ketika jalan yang harus ditempuh begitu terjal dan penuh risiko.

Karena itu, bagi banyak jemaah haji yang berhasil mencapai Gua Hira, perjalanan tersebut bukan sekadar wisata religi, melainkan kesempatan untuk menapak tilas lahirnya risalah Islam sekaligus mengenang keteladanan Khadijah. Wallahu'alam.(*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia