Advertisement
Wisata

Napak Tilas ke Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Madinah, Destinasi Sejarah Populer Bagi Jemaah Haji

Kota Suci Madinah selalu punya cara tersendiri untuk memikat hati jemaah haji dan umrah. Selain beribadah di Masjid Nabawi, salah satu tempat yang kini menjadi destinasi favorit para peziarah adalah Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf.

TIMES Indonesia,
Napak Tilas ke Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Madinah, Destinasi Sejarah Populer Bagi Jemaah Haji
Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf di Madinah. (FOTO: dok. MCH)
A-AA+

Madinah Kota Suci Madinah selalu punya cara tersendiri untuk memikat hati jemaah haji dan umrah. Selain beribadah di Masjid Nabawi, salah satu tempat yang kini menjadi destinasi favorit para peziarah adalah Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf. Wisata sejarah ini bukan sekadar lahan hijau biasa, melainkan bukti nyata kejayaan ekonomi sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sangat kaya sekaligus dermawan.

Saat berkunjung ke lokasi, jemaah akan langsung merasakan suasana masa lalu yang sangat kental. Di area perkebunan, masih berdiri kokoh bangunan kuno peninggalan era Turki Utsmani (Ottoman) yang dahulunya menjadi tempat berkumpulnya para sahabat nabi. Tembok-tembok asli bersejarah yang didirikan ribuan tahun silam pun masih dirawat dengan sangat baik.

Advertisement

Keunikan lain dari tempat ini adalah sistem irigasinya yang masih mempertahankan cara tradisional tanpa mesin modern. Aliran air yang dipakai saat ini sebagian besar masih memanfaatkan jalur parit kuno yang dahulu didesain langsung oleh Abdurrahman bin Auf untuk menyuburkan tanahnya.

"Tembok dan jalur air masa lalu itu masih kami pertahankan, selain juga jalur air baru yang kami buat untuk mengaliri kebun kurma ini," kata owner kebun kurma Abdurrahman bin auf, Hasan Alkiwi di Madinah dikutip pada Sabtu (20/6/2026) 

Sumur Bersejarah Berusia 1.400 Tahun

Daya tarik utama yang paling dicari oleh peziarah di dalam area seluas 10.000 meter persegi ini adalah Sumur Abdurrahman bin Auf. Menurut kisah sejarah, sumur sedalam 60 meter yang dibangun 1.400 tahun lalu ini pernah didoakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga airnya melimpah dan tidak pernah kering hingga sekarang. Air dari sumur ini juga sangat melegenda karena pernah dijadikan sebagai bagian dari mahar pernikahan bernilai tinggi oleh sang sahabat untuk istrinya.

"Kualitas airnya pun bagus dan bisa langsung diminum, masih terjaga sangat baik sampai dengan saat ini," ungkap Hasan Alkiwi yang didampingi oleh penerjemah asal Indonesia, Asep B Pajri.

Rumah Bagi Ratusan Pohon Kurma Ajwa

Hasan Alkiwi, atau yang akrab disapa Abu Umar, menjelaskan bahwa perkebunan legendaris ini memiliki ratusan pohon kurma produktif yang dirawat secara telaten oleh para pekerja, termasuk puluhan pekerja yang berasal dari Indonesia.

Advertisement

"Di kebun ini terdapat lebih dari 550 pohon kurma yang sudah memasuki musim berbuah dan siap dipanen," ujar Abu Umar dalam keterangannya.

"Umur pohon-pohon ini diperkirakan berkisar antara 20 hingga 30 tahun," sambungnya.

Menariknya, dari total ratusan tanaman tersebut, mayoritas atau sekitar 350 pohon di antaranya merupakan Kurma Ajwa premium atau yang biasa disebut 'Kurma Nabi'. Selain jenis Ajwa Aliyah, kebun bersejarah ini juga ditanami berbagai varietas kurma kelas atas lainnya yang tumbuh dengan subur.

"Kami menjaga kualitas kurma Ajwa terbaik Madinah atau ajwa Aliyah. Ada sekitar 30 orang Indonesia juga yang bekerja bersama kami di kebun kurma ini," tandas Abu Umar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia