Advertisement
Wisata

Menikmati Bakso Indonesia di Kawasan Wisata Kaki Gunung Uhud Madinah

Gunung Uhud merupakan salah satu lokasi bersejarah yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah saat berada di Madinah.

TIMES Indonesia,
Menikmati Bakso Indonesia di Kawasan Wisata Kaki Gunung Uhud Madinah
Chef Umar dengan usahanya The Java Signature yang berada dibawah kaki Gunung Uhud. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

MADINAH Gunung Uhud merupakan salah satu lokasi bersejarah yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah saat berada di Madinah. Gunung ini dikenal sebagai tempat terjadinya Perang Uhud, pertempuran antara kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW melawan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan.

Gunung yang berada di sebelah utara Kota Madinah ini memiliki ketinggian sekitar 1.077 meter. Di bagian selatannya terdapat kompleks pemakaman para syuhada Perang Uhud, termasuk makam Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah SAW yang dikenal dengan julukan Asadullah atau Singa Allah.

Advertisement

Kini kawasan sekitar Gunung Uhud telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Berbagai fasilitas tersedia di kawasan tersebut, mulai dari area bersantai, kafe, hingga restoran yang menyajikan beragam menu, termasuk makanan khas Indonesia.

Salah seorang mukimin Indonesia di Madinah, Angga Anantataqwa, mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menata kawasan ini menjadi tempat wisata yang nyaman bagi pengunjung. Salah satu titik yang banyak didatangi wisatawan adalah Uhud Viewpoint, lokasi yang menjadi akses menuju puncak Gunung Uhud.

"Biasanya tempat ini ramai pada sore hari mulai dari jam 4 sampai malam setelah Isya. Sedangkan kalau pagi tempat ini sudah buka sejak setelah subuh sampai jam 8 pagi," ucap Angga kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Kamis (25/6/2026). 

Selain menikmati suasana sekitar Gunung Uhud, pengunjung juga dapat mencoba berbagai aktivitas wisata. Salah satunya menaiki unta dengan tarif sekitar 10 riyal Saudi atau sekitar Rp50 ribu. Pengunjung juga dapat menuju puncak Gunung Uhud menggunakan kendaraan yang telah disediakan.

"Kita bisa melihat Kota Madinah dari puncak Uhud," kata Angga yang tengah menyelesaikan studi S2 di Universitas Islam Madinah.

Advertisement

Di antara sejumlah tempat makan yang ada di kawasan tersebut, The Java Signature menjadi salah satu favorit jemaah dan wisatawan asal Indonesia. Restoran ini dikenal karena menyajikan bakso dengan cita rasa khas Indonesia yang sulit ditemukan di tempat lain.

Pemilik sekaligus pengelola restoran tersebut, Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir atau yang akrab disapa Chef Umar, mengatakan seluruh menu bakso dibuat dengan resep dan racikan yang ia kelola sendiri agar cita rasanya tetap terjaga.

"Ada yang dari Banten, Sukabumi, dan Lombok," kata Chef Umar yang sudah lama menggeluti dunia kuliner sejak ditanah air Indonesia hingga kini membuka usaha di Madinah.

Sejak berdiri pada 2020, usaha kuliner tersebut terus berkembang. Saat ini Chef Umar mempekerjakan empat karyawan yang semuanya berasal dari Indonesia.

Harga satu porsi bakso di restoran tersebut berkisar antara 30 hingga 35 riyal Saudi. Selain bakso, tersedia juga berbagai menu lain seperti ayam goreng, burger, dan makanan lainnya yang banyak diminati pengunjung.

Dalam sehari, penjualan bakso di restoran tersebut bisa mencapai sekitar 2.500 mangkuk, terutama saat musim haji dan umrah jumlah pengunjung meningkat.

Chef Umar sendiri mulai merantau ke Arab Saudi pada 2011. Awalnya ia tinggal di Makkah sebelum akhirnya menetap dan membangun usaha di Madinah. Setelah lebih dari satu dekade tinggal di Kota Nabi, ia mengaku merasakan kenyamanan dan ketenangan hidup di kota tersebut.

"Bagi saya, kota ini nyaman, tenang, dan damai," tandas Chef Umar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia