Advertisement
Wisata

Dukung Pariwisata Daerah, Aston Banyuwangi Tampil Heroik dengan Kostum Genderang Perang di BEC 2026

Aston Banyuwangi tampil di BEC 2026 dengan kostum bertema Alat dan Genderang Perang, angkat sejarah Blambangan dan dukung pariwisata serta ekonomi kreatif lokal.

TIMES Indonesia,
Dukung Pariwisata Daerah, Aston Banyuwangi Tampil Heroik dengan Kostum Genderang Perang di BEC 2026
Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center meriahkan BEC 2026. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

BANYUWANGI Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah dengan ambil bagian dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Sabtu, (18/7/2026). 

Event budaya tahunan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) ini menjadi panggung bagi hotel bintang empat ini untuk menampilkan karya bertema sejarah dan budaya Blambangan.

Advertisement

Mengusung subtema ‘Alat dan Genderang Perang’, Aston Banyuwangi akan tampil di sepanjang rute parade sekitar 2 kilometer, mulai dari Taman Blambangan hingga kawasan SMPN 1 Banyuwangi. Konsep tersebut terinspirasi dari kisah heroik Perang Puputan Bayu: The Great War of Blambangan yang menjadi tema besar BEC tahun ini.

Partisipasi Aston Banyuwangi menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pariwisata Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran hotel ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pariwisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk menghadirkan visual yang kuat, Aston Banyuwangi menggandeng desainer lokal Bubu Ramadhan dalam merancang kostum bertema Alat dan Genderang Perang. Sentuhan desain memadukan unsur sejarah, budaya, dan fesyen kontemporer sehingga menghadirkan karakter heroik yang tetap elegan.

Kostum tersebut diperagakan oleh talenta Ryani sepanjang rute parade di hadapan ribuan penonton yang memadati jalur BEC 2026. Kolaborasi ini sekaligus menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk menampilkan karya terbaiknya dalam ajang bertaraf nasional.

Dominasi ornamen logam bernuansa emas dan perak dipadukan dengan elemen senjata tradisional seperti keris, tombak, dan tameng menjadi identitas utama kostum Aston Banyuwangi. Perpaduan estetika tradisional dengan desain modern membuat penampilan tersebut tampil mencolok di tengah kemeriahan parade.

Advertisement

Bahkan sebelum parade dimulai, kostum Aston Banyuwangi sudah mencuri perhatian masyarakat. Banyak pengunjung yang sengaja mengabadikan momen dengan berfoto bersama model yang mengenakan busana tersebut.

Salah seorang penonton, Ulfa, mengaku terpukau dengan detail kostum yang ditampilkan Aston Banyuwangi. Menurutnya, desain busana tersebut berhasil menggambarkan semangat perjuangan masyarakat Blambangan dengan cara yang artistik.

"Kostumnya keren sekali, detailnya sangat bagus dan terlihat berbeda. Dari jauh sudah menarik perhatian, apalagi saat dilihat lebih dekat, banyak ornamen yang menggambarkan semangat perang dan budaya Banyuwangi," ungkapnya.

Penonton BEC 2026 kepincut busana Aston Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Penonton BEC 2026 kepincut busana Aston Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).

General Manager Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Catur Rahmadi, mengatakan keikutsertaan dalam BEC bukan sekadar mengikuti agenda tahunan. Menurutnya, hotel memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya.

"Kami tidak ingin sekedar menjadi saksi perkembangan pariwisata Banyuwangi. Melalui BEC 2026, Aston Banyuwangi ingin terlibat langsung mendukung program pemerintah daerah,” ujar Catur. 

Dia menambahkan, keterlibatan dalam BEC 2026 memiliki makna lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi bagian dari strategi hotel untuk terus hadir dalam berbagai agenda budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Banyuwangi kepada tamu yang datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.

“Kami percaya, sinergi yang kuat antara sektor perhotelan dan budaya lokal adalah kunci utama untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan dan menghidupkan ekonomi kreatif di Banyuwangi," terangnya. 

Dukungan terhadap pariwisata juga diwujudkan melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal. Di area lobi hotel, Aston Banyuwangi menyediakan etalase khusus untuk memasarkan berbagai produk unggulan seperti kain batik Banyuwangi, udeng, hingga aneka suvenir dan oleh-oleh khas daerah.

Langkah tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara sektor perhotelan dan pelaku usaha lokal agar manfaat industri pariwisata dapat dirasakan lebih luas. Hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang promosi bagi produk-produk unggulan Banyuwangi.

Sebagai informasi, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 mengangkat tema besar "Perang Puputan Bayu, The Great War of Blambangan". Tema tersebut menjadi penghormatan sekaligus rekonstruksi kreatif atas peristiwa heroik Perang Puputan Bayu yang terjadi pada 1771.

Melalui pendekatan seni kontemporer, BEC 2026 tidak hanya menghadirkan parade kostum spektakuler, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan masyarakat Blambangan dalam mempertahankan tanah kelahirannya. Sejarah yang selama ini tersimpan dalam berbagai catatan diterjemahkan menjadi pertunjukan visual yang memikat di jalan-jalan utama Banyuwangi.

Untuk membangun alur cerita yang utuh, penyelenggara membagi pertunjukan ke dalam lima subtema, yakni Hasil Bumi, Situs Perang, VOC, Alat dan Genderang Perang, serta Pejuang Blambangan. 

Masing-masing subtema menghadirkan interpretasi artistik yang saling berkaitan, menggambarkan perjalanan Blambangan dari masa kejayaan, datangnya kolonialisme, hingga perjuangan para pahlawan mempertahankan kedaulatan daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Fazar Dimas Priyatna
PenulisFazar Dimas PriyatnaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia