Advertisement
Wisata

Janji Anggaran Rp2 Miliar Belum Realisasi, Wisata Jembatan Merah Mangrove Pasarbanggi Rembang Merana

Wisata Hutan Mangrove Pasarbanggi, Rembang, terancam mati. Janji APBD Rp2 miliar untuk perbaikan belum terealisasi. Jembatan rusak, wahana anak minim. Pengelola harap investor.

TIMES Indonesia,
Janji Anggaran Rp2 Miliar Belum Realisasi, Wisata Jembatan Merah Mangrove Pasarbanggi Rembang Merana
Destinasi Wisata Jembatan Merah Hutan Mangrove di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. (Foto: Ezra/TIMES Indonesia)
A-AA+

REMBANG REMBANG — Destinasi Wisata Jembatan Merah Hutan Mangrove di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.

Wisata ekologi pesisir yang sempat dijanjikan bakal mendapat suntikan anggaran perbaikan sebesar Rp2 miliar dari pemerintah daerah pada tahun 2025 tersebut hingga pertengahan 2026 tak kunjung terealisasi.

Advertisement

Padahal, dana tersebut awalnya difokuskan untuk penataan infrastruktur akses jalan menuju lokasi wisata yang terkenal dengan pemandangan pantai dan rimbunnya tanaman mangrove. Namun, hingga saat ini Janji tersebut dinilai pengelola masih sebatas angin segar tanpa kejelasan.

wisata Pantai Karang Jahe yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
wisata Pantai Karang Jahe yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Pengelola Wisata Hutan Mangrove Pasarbanggi, Ipur, menepis rumor yang beredar di masyarakat yang menyebut bahwa tempat wisata tersebut telah tutup. Ia menegaskan lokasi wisata masih beroperasi dan menerima kunjungan, baik dari kalangan umum maupun akademisi.

​"Belakangan ini pengunjung memang agak berkurang. Mungkin karena tanamannya sudah makin rimbun jadi ada yang takut, dan jembatannya juga mulai rusak. Tapi alhamdulillah masih ada pengunjung. Akhir pekan lalu saja masih ada rombongan satu sampai dua bus dari Magelang," ungkap Ipur saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Ipur menjelaskan bahwa salah satu penyebab menurunnya antusiasme pengunjung pribadi adalah minimnya fasilitas wahana permainan anak di area pantai. Pengelola sebenarnya memiliki inisiatif untuk membangun jembatan penghubung menuju kawasan pantai pasir, namun terbentur keterbatasan dana swadaya.

​"Anak-anak kan biasanya pengin main atau ada wahana. Kita dari pengelola ada inisiatif mau bawa ke arah pantai, tapi buat jembatan penghubung itu perlu dana besar. Kita sekarang masih berusaha cari-cari investor," jelasnya.

Advertisement
wisata Pantai Karang Jahe yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
wisata Pantai Karang Jahe yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

​Menanggapi komunikasi dengan Dinas terkait, Ipur menyebut respons Pemkab secara verbal cukup baik, tetapi tidak diimbangi dengan alokasi anggaran yang pasti.

​"Kalau respons dinas ya bagus, tapi dananya yang kurang bagus. Kita sudah berupaya mendekati beberapa instansi, tapi alasannya dana belum ada. Dulu mulai Pak Gubernur Ganjar, Pak Lutfi, sampai Bupati Pak Harno tahun ini saja sudah tiga kali menjanjikan, tapi alokasinya belum pernah sampai realisasi. Terakhir dijanjikan dua miliar untuk jalan dan satu miliar untuk wahana/edukasi di area pasir, tapi sampai sekarang belum ada," tegas Ipur.

Ipur berharap Wisata Hutan Mangrove Pasarbanggi tidak dibiarkan mati begitu saja karena bukan sekadar tempat rekreasi. Wisata ini ikon daerah berfungsi sebagai laboratorium alam berharga penahan abrasi alami di mana kawasan ini justru mengalami pembentukan sedimentasi daratan saat wilayah Pantura lain terkikis sekaligus habitat bagi lebih dari 30 spesies burung endemik yang kerap disinggahi ratusan ribu burung migran saat musim bertelur pada bulan April hingga Mei.  

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Chomawati, membenarkan adanya beberapa sarana dan prasarana (sarpras) yang membutuhkan perawatan mendesak.

​"Beberapa sarpras di hutan mangrove yang perlu perawatan antara lain tracking jembatan kayu, kamar mandi, penataan kembali kawasan yang terkena dampak rob dan sambaran petir, serta menghidupkan kembali UMKM di dalam kawasan," jelas Isti saat dikonfirmasi via WhatSapp, Sabtu (25/7/2026).

​Isti mengungkapkan kendala utama di lapangan terletak pada kurangnya perawatan sarpras dan terbatasnya SDM yang kompeten, lantaran mayoritas pengelola yang ada saat ini sudah berusia lanjut.

Terkait kabar anggaran senilai Rp2 miliar yang dijanjikan Pemkab, pihak Dinbudpar mengaku belum mendapatkan informasi pasti. ​"Tentang anggaran 2 miliar sampai dengan saat ini, kami belum ada info," terangnya.

​Sebagai langkah perbaikan, Dinbudpar melakukan pembinaan dan bimbingan SDM melalui pembuatan paket wisata edukasi penanaman mangrove yang sempat diminati banyak rombongan. Selain itu, pihak dinas berkoordinasi dengan instansi luar guna menutup keterbatasan anggaran daerah.

​"Kami sudah melakukan koordinasi bersama PT PLN Nusantara Power UP Rembang guna ikut membantu penambahan sarpras yang dibutuhkan untuk kegiatan wisata edukasi. Kami juga menjalin kemitraan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah yang ada di Kabupaten Rembang," pungkas Isti.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ezra Vandika
PenulisEzra VandikaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia