Festival Lampion Air Perdana di Surabaya, Oase Sejuk di Tengah Hiruk Pikuk Kota
Event bertajuk 'Lampion Garden' yang digagas oleh Kissah Project bekerja sama dengan Intiland ini menjadi jawaban atas tingginya dahaga masyarakat urban akan aktivitas terbuka berkonsep piknik.
SURABAYA – Akhir pekan di Kota Surabaya selama ini identik dengan ritme yang monoton memadati koridor pusat perbelanjaan mall atau berdesakan di arena konser musik.
Di tengah minimnya variasi hiburan luar ruang, sebuah terobosan segar hadir memecah kejenuhan warga Kota Pahlawan melalui kehadiran festival lampion air perdana di area Danau Graha Natura, Surabaya.
Event bertajuk 'Lampion Garden' yang digagas oleh Kissah Project bekerja sama dengan Intiland ini menjadi jawaban atas tingginya dahaga masyarakat urban akan aktivitas terbuka berkonsep piknik.
Berbeda dengan festival lampion pada umumnya yang menerbangkan lentera ke udara - sebuah hal yang sangat dibatasi di Surabaya demi keselamatan penerbangan dan pencegahan risiko kebakaran, penyelenggara mengemas inovasi baru dengan melarungkan lampion di atas permukaan danau.
Antusiasme masyarakat terhadap alternatif hiburan ini terbukti meledak. Tiket yang dibanderol mulai dari harga Rp. 159.000 dari kategori single, couple, hingga family membuat area acara dipadati oleh beragam segmen pengunjung.
Rangkaian acara dikemas secara interaktif sejak pukul 14.30 WIB. Pengunjung tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi diajak terlibat aktif dalam workshop merangkai dan menghias lampion kertas sesuai kreativitas masing-masing.
Suasana piknik santai di atas hamparan rumput rimbun Graha Natura ini diselingi berbagai permainan interaktif, sebelum akhirnya mencapai puncak pada pukul 18.00 WIB, saat ratusan lampion air dilarungkan secara serentak dan menciptakan pemandangan pendar cahaya yang syahdu di atas danau.
"Kami pesertanya 600 orang dan tiketnya udah ludes dari kemarin-kemarin, kita enggak buka OTS. Untuk pengunjung beragam, ada Sidoarjo, Surabaya, Gresik. Didominasi Gen Z, tapi dari segmen family juga ada," ungkap Helga, perwakilan Divisi Partnership Kissah Project. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


