Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Video Calon Wakil Wali Kota di Pilwali Surabaya Acungkan Dua Jari

Rabu, 09 Desember 2020 - 16:35 | 41.47k
video terkait calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Armuji mengacungkan salam dua jari. (Tangkapan layar)
video terkait calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Armuji mengacungkan salam dua jari. (Tangkapan layar)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah video terkait calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Armuji mengajak masyarakat untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2020, dengan mengacungkan salam dua jari yang menjadi simbol no urut pasangan calon rivalnya, beredar di grup WhatsApp. 

Video berdurasi 0:19 itu memperlihatkan calon Wakil Wali Kota Surabaya tersebut mengajak masyarakat untuk mensukseskan pilkada serentak sembari mengacungkan salam dua jari yang menjadi simbol no urut pasangan calon rivalnya. Diakhir video, terdapat pesan, ‘ILINGEN PESENN Cak JI Lurr!!!’.

Advertisement

cek fakta video pilwali surabayaSumber: Tangkapan layar

CEK FAKTA

Menurut penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar.  Karena video tersebut adalah video lama yang diposting dalam akun facebook pribadi Armudji pada 26 Juni 2018 atau satu hari menjelang Pemilihan Gubernur Jatim 2018 lalu.

cek-fakta-video-pilwali-surabaya-4.jpgSumber: Tangkapan layar facebook

Video unggahan Armuji tersebut telah diedit dan ditambahkan pesan "ILINGEN PESENN Cak JI Lurr!!!’, di akhir video. 

Penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga mengarah pada hasil cek fakta Berita Jatim. Dalam artikelnya, Beritajatim juga menemukan kesimpulan yang sama. 

cek fakta video pilwali surabaya 3Sumber: CEK FAKTA: Beredar Video Salah Satu Calon Wakil Walikota Acungkan Salam Dua Jari | Beritajatim

KESIMPULAN

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi terkait seorang dukun atau paranormal mendoakan pasangan calon kepala daerah atau pilkada merupakan informasi hoaks. Sebab, peristiwa tersebut berlainan dengan fakta yang terjadi. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi terkait  paranormal mendoakan pasangan calon kepala daerah atau pilkada merupakan False context (konteks keliru).

False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES