Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Video Sebut Mata Jenazah Pasien Covid-19 Diambil

Rabu, 28 Juli 2021 - 17:35 | 52.82k
Video tantang mata jenazah pasien covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarga.
Video tantang mata jenazah pasien covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarga.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar video berdurasi 24 detik yang disertai narasi mata jenazah pasien covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarga. 

Video tersebut beredar di Facebook, diunggah oleh akun Toto Bareto Sendal Jepit pada 13 Juli 2021. Hingga Selasa (27/7/2021) pukul 17:30 WIB, video telah dibagikan sebanyak 101 ribu kali dan mendapat 71 komentar dan 16 ribu emoji atau karakter gambar. 

Advertisement

Dalam video itu terdengar suara tangisan dan terlihat jenazah yang bertutupkan kain putih. Dalam video itu terdapat narasi sebagai berikut:

Aku itu udah dari awal
nggak percaya ama yang 
namanya covid..
cuman pemerintah aja yang 
buat"ada nya covid..

DI BILANG CORONA SETELAH PETI DI 
BUKA TERNYATA MATANYA DIAMBIL
TANPA SEPENGETAHUAN KELUARGA
SUNGGUH MANUSIA BIADAB 

Selain itu, dalam unggahannya, pengguna akun Toto Bareto Sendal Jepit menyertakan narasi dalam bahasa Sunda sebagai berikut: 

Mudah" di urang mah te aya nu kiye... (Diterjemahkan: Mudah-mudahan nggak ada yang seperti ini dalam diriku)

cek fakta organ Jenazah Pasien Covid 2Sumber: Tangkapan layar Facebook

CEK FAKTA

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, narasi yang menyebut mata jenazah pasien covid-19 diambil, merupakan informasi yang salah.

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia pernah melakukan penelusuran fakta terhadap video serupa, dengan judul artikel [CEK FAKTA] Video Jenazah Pasien Covid-19 Bola Matanya Diambil.

cek fakta organ Jenazah Pasien Covid 3Sumber: [CEK FAKTA] Video Jenazah Pasien Covid-19 Bola Matanya Diambil | TIMES Indonesia

Saat itu, video beredar di WhatsApp Grup (WAG). Diketahui, peristiwa yang ada di video tersebut terjadi di Kabupaten Probolinggo pada November 2020. 

Melansir dari liputan6.com, perwakilan keluarga pasien positif covid-19 yang meninggal tersebut, Ainur Huda menyatakan, video yang beredar menyebutkan mata ibu M hilang itu tidak benar. Pihak keluarga menyaksikan langsung pemulasaran jenazah.

"Saya melihat sendiri saat pemulasaran jenazah dan tidak ada organ yang hilang karena semua organnya lengkap, sedangkan darah yang keluar itu berasal dari hidungnya," katanya.

Almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi dan stoke sejak lama, bahkan sempat dirawat di rumah sakit.

Terkait dengan darah yang keluar seperti terlihat dalam video, Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Jawa Timur Ugas Irwanto menyatakan, jenazah pasien positif Covid-19 tersebut memiliki riwayat stroke dan hipertensi.

Kondisi ini mengakibatkan pembuluh darah di bagian kepala pecah. Sehingga kemudian menimbulkan pendarahan di sejumlah bagian.

"Di antaranya, melalui bagian mata. Jenazah tersebut, akhirnya memang dibuka dan dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Disaksikan tokoh agama setempat," kata Ugas.

cek fakta organ Jenazah Pasien Covid 4Sumber: Viral Klaim Video Jenazah Positif Covid-19 Tanpa Bola Mata, Simak Faktanya | Liputan6

Polisi juga telah menangkap penyebar video yang viral itu pada 6 November 2020. 

cek fakta organ Jenazah Pasien Covid 5Sumber: Penyebar Jenazah COVID-19 Berdarah dengan Bola Mata Tak Ada Diamankan Tanpa Melawan | Detik

Pemeriksaan fakta atas video serupa juga dilakukan oleh jaringan Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, Mafindo melalui turnbackhoax.id. 

cek fakta organ Jenazah Pasien Covid 6Sumber: [SALAH] Mata Jenazah Covid-19 diambil tanpa Sepengetahuan Keluarga | Turnbackhoax

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, video yang menyebut mata jenazah pasien covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarga, merupakan informasi yang salah. Tidak ada organ tubuh yang diambil dari jenazah yang diketahui positif Covid-19. Pihak keluarga menyaksikan langsung pemulasaraan jenazah tersebut. Mengenai pendarahan yang terjadi diakibatkan pecahnya pembuluh darah di bagian kepala karena adanya riwayat stroke dan hipertensi.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, klaim tersebut masuk dalam kategori Misleading Content (Konten Menyesatkan). Misleading Content terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES