[CEK FAKTA] Hoaks Dua Warga Malaysia Masuk ke Indonesia untuk Menculik Anak dan Diambil Organ Tubuhnya

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial yang menyebut dua orang warga asal Malaysia telah masuk ke Indonesia. Tujuannya menculik anak untuk diambil organ tubuhnya. Informasi ini dibagikan, salah satunya di Facebook oleh akun Tubuni Boru Sihombing pada 1 Oktober 2021.
Akun itu mengunggah tangkapan layar pesan berantai di Whatsapp yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita yang disebut sebagai pelaku penculikan anak. Unggahan tersebut dilengkapi dengan foto poster berisi imbauan kepada orang tua untuk waspada. Imbauan tersebut mengatasnamakan kepolisian.
Berikut narasi yang terdapat pada tangkapan layar pesan berantai tersebut:
Advertisement
"Ini 2orang di bawah.. kabarnya orang malaysia yg culik anak buat di ambil organ tubuhnya.. katanya 2 orang ini sudah masuk ke indonesia.. jadi yg punya anak kecil hati2 buat jaga anak2 nya."
Dalam postingannya, akun Tubuni Boru Sihombing juga menyertakan narasi berikut:
Hati hati penculikan anak sudah ada di kawasan siborong borong
Tolong di sebarkan
Sumber: Facebook (https://www.facebook.com/tubuniboru.sihombing.12/posts/902471894035951)
CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai dua warga asal Malaysia datang ke Indonesia untuk menculik anak-anak dan diambil organ tubuhnya merupakan informasi yang salah.
Kami menelusuri kebenaran informasi tersebut dan menemukan pernyataan dari pihak kepolisian terkait kabar tersebut pada tiga tahun lalu, tepatnya September 2018.
Mencermati artikel yang ditayangkan jatimnow.com, pada 4 September 2018 berjudul "Viral Penculik Anak Bergentayangan, Polisi: Hoax", informasi yang dibagikan akun Tubuni Boru Sihombing pada 1 Oktober 2021 identik dengan yang pernah beredar tiga tahun lalu.
Dalam pernyataannya terkait kabar penculikan anak ini, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran memastikan bahwa info yang tersebar di media sosial tentang penculik anak itu, tidak benar.
Sudamiran meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dan menelan begitu semua informasi yang muncul di medsos. Sebab dunia medsos perlu disaring agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi-informasi yang tidak akurat. Jika penasaran dengan informasi di medsos, masyarakat bisa menanyakan ke semua pihak yang terkait.
Sumber: Viral Penculik Anak Bergentayangan, Polisi: Hoax | Jatimnow
Selain itu, terdapat pernyataan dari Humas Polda Kalimantan Tengah yang juga terkait dengan kabar penculikan anak tersebut. Humas Polda Kalteng, melalui akun Instagram-nya @humaspoldakalteng menjelaskan, kabar dua orang Malaysia masuk Indonesia untuk menculik anak buat diambil organ tubuhnya adalah hoaks lama yang kembali beredar.
Sumber: Instagram/@humaspoldakalteng
KESIMPULAN
Menurut hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, dua orang warga asal Malaysia masuk ke Indonesia untuk menculik anak dan diambil organ tubuhnya, tidak benar. Kabar tersebut merupakan hoaks yang pernah beredar pada 2018 lalu, dan pihak kepolisian telah membantah kabar tersebut.
Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut masuk dalam kategori fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
----
Cek Fakta TIMES Indonesia
TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.
Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |