Cek Fakta Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Vaksin Covid-19 Hilangkan Privasi

Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:32 | 58.53k
Sebuah informasi tentang vaksin Covid-19 yang terkait dengan chip dan jaringan 5G.
Sebuah informasi tentang vaksin Covid-19 yang terkait dengan chip dan jaringan 5G.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar narasi di media sosial bahwa vaksin Covid-19 yang terkait dengan chip dan 5G seperti penjara berjalan. Narasi ini beredar di Facebook, dibagikan akun Shamsi Israr pada Senin, 4 Oktober 2021.

Dalam narasi yang dibagikan akun Shamsi Israr itu, disebutkan terdapat magnet atau logam bagi orang yang menerima vaksinasi. Logam dan magnet tersebut merupakan bagian dari nanoteknologi. Kemudian nanoteknologi itu membentuk susunan antena yang terhubung dengan jaringan 5 G. Ketika 5G dihidupkan, orang yang tekah divaksin akan dapat ditemukan dan ditargetkan secara khusus.

Advertisement

Berikut narasi yang dibagikan akun Shamsi Israr:

PLANDEMI CO VIDÍ OT  adalah Tes IQ  Dajjal untuk menyiapkan masyarakat BUDAK! 
mengapa kita melihat logam dan magnet tertarik pada orang-orang yang menerima vaksen karena:
Nanoteknologi sedang membentuk susunan antena internal.
Nanoteknologi sedang membentuk susunan antena internal yang dirancang untuk terhubung ke internet 5G. 
Ketika 5G dihidupkan, Korban vaksen akan dapat ditemukan dan ditargetkan secara khusus karena mereka sekarang pada dasarnya adalah antena Wi-Fi berjalan KETIKA MASANYA TIBA VAKSeN CHIP DAN 5G = Sebuah penjara Berjalan
Allah berfirman :

إنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

"Sesungguhnya setan (dari jin dan Manusia) dan para pengikutnya ( Illuminati,kabbalah ) melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan setan itu pemimpin pemimpin bagi orang orang yang tidak beriman"

( QS Al A'raaf 27 )
Tidak ada lagi tempat PRIVASI, karena mereka setan2 para konspirator hendak menjadi Tuhan dengan teknologi Ai naniboth dan 5G.
Inilah sejatinya tujuan dari virus hoax covidiot, total kontrol negara Tyrani! 
Tidakah kamu berpikir!

Wallahualam bisshowab

By Murasaki Ai

#TheCodeBreaker

cek-fakta-chip-vaksin-covid.jpgSumber: Facebook (https://www.facebook.com/shamsi.israr.1/posts/287617659856933)

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim bahwa vaksin Covid-19 yang terkait dengan chip dan magnet serta 5G merupakan penjara berjalan lantaran si penerima vaksin dapat dikontrol, salah. 

Terkait dengan klaim vaksin Covid-19 mengandung magnet atau chip adalah hoaks. Begitu juga soal bahan atau komposisi vaksin dapat membentuk susunan antena yang terhubung dengan jaringan 5G, juga hoaks.

Kami pernah melakukan pemeriksaan atas klaim bahwa vaksin covid-19 mengandung magnet. Selengkapnya dapat dibaca di sini: [CEK FAKTA] Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Uang Logam Menempel di Lengan

cek fakta chip vaksin covid 2

Kami juga pernah memeriksa klaim bahwa vaksin covid-19 terkoneksi dengan jaringan 5G. Selengkapnya dapat dibaca di sini: [CEK FAKTA] Vaksin Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna Berafiliasi dengan Bluetooth, Benarkah?

cek fakta chip vaksin covid 3

Penegasan bahwa vaksin Covid-19 tidak mengandung microchip magnetik juga dapat disimak pada artikel pemeriksaan fakta yang dipublikasikan oleh afp.com (Covid-19 vaccines do not contain magnetic microchips | Fact Check AFP) dan factcheck.org (Magnet Videos Refuel Bogus Claim of Vaccine Microchips | FactCheck.org)

KESIMPULAN

Menurut hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim bahwa vaksin Covid-19 merupakan penjara berjalan lantaran penerima vaksin dapat dengan mudah dikontrol, adalah salah. Tidak ada data atau penelitian yang menyimpulkan hal tersebut. Faktanya, vaksin covid-19 merupakan upaya untuk keluar dari krisis kesehatan yang melanda dunia.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES