Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Varian Omicron Sudah Ada Sejak Juli 2021

Kamis, 02 Desember 2021 - 16:13 | 54.74k
Unggahan tautan link situs WHO disertai narasi yang mengklaim bahwa varian Omicron sudah ada sejak bulan Juli 2021.
Unggahan tautan link situs WHO disertai narasi yang mengklaim bahwa varian Omicron sudah ada sejak bulan Juli 2021.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Akun Twitter Stacey Rudin (@stacey_rudin) membagikan klaim ini pada 27 November 2021. Akun ini mengunggah tautan link situs WHO berisi artikel berjudul "Classification of Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 Variant of Concern". Disebutkan, klaim ini bersumber dari situs World Economic Forum (WEF) pada artikel berjudul "Explainer: This is how scientists detect new variants of COVID-19".

Pada unggahannya, akun ini menambahkan cuitan sebagai berikut:

Advertisement

"They’re starting to make mistakes.
WHO just said that “Omicron” was first reported by South Africa on 11/24/21.
However, WEF reported this EXACT same “variant”—B.1.1.529, out of South Africa—way back in July.
Oops." 

Terjemahan:
Mereka mulai membuat kesalahan.
WHO baru saja mengatakan bahwa "Omicron" pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan pada 24/11/21.
Namun, WEF melaporkan “varian” yang sama PERSIS ini—B.1.1.529, dari Afrika Selatan—pada bulan Juli.
Ups.

cek-fakta-Varian-Omicron-3.jpgSumber: Twitter (https://twitter.com/stacey_rudin/status/1464433990300049415)

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim bahwa virus covid-19 varian Omicron atau B.1.1.529 sudah ada sejak Juli 2021, salah. Kami menelusuri artikel dalam situs weforum.org yang dibagikan oleh akun Twitter @stacey_rudin. Kami tidak menemukan artikel tersebut membahas varian baru Omicron pada bulan Juli 2021.

Artikel World Economic Forum (WEF) yang berjudul "Explainer: This is how scientists detect new variants of COVID-19" dipublikasikan pada 12 Juli 2021. Lalu artikel tersebut diperbarui (updated) pada 26 November 2021 untuk memasukkan informasi terbaru mengenai varian B.1.1.529 atau dikenal dengan omicron. Penjelasan mengenai hal tersebut disampaikan di awal artikel. 

Berikut keterangan pada awal artikel yang tayang di weforum.org:
"This article was originally published on 12 July 2021. It was updated on 26 November to include information about the new strain, B.1.1.529."

Terjemahan:
"Artikel ini awalnya diterbitkan pada 12 Juli 2021. Artikel ini diperbarui pada 26 November untuk menyertakan informasi tentang galur baru, B.1.1.529."

cek fakta Varian OmicronSumber: Explainer: This is how scientists detect new variants of COVID-19 | World Economic Forum

Artinya, artikel tersebut diperbarui untuk menambahkan informasi terbaru tentang varian B.1.1.529 atau omicorn. Jadi, bukan varian Omicron ditemukan pada Juli 2021.  Artikel yang terbit pada 12 Juli 2021 dapat disimak di sini: https://web.archive.org/web/20210712122356/https://www.weforum.org/agenda/2021/07/how-scientists-detect-new-covid-19-variants/

Mengutip medcom.id, artikel yang diperbarui pada situs weforum.org menautkan ke laporan Reuters tentang Omicron yang diterbitkan pada 25 November 2021, yang tidak mungkin muncul dalam teks yang diterbitkan pada bulan Juli 2021.

"Salah. WEF tidak menerbitkan laporan yang merujuk pada varian virus corona Omicron pada bulan Juli. Laporan tersebut diperbarui pada 26 November untuk memasukkan informasi tentang varian tersebut," demikian tulis Reuters dalam laporannya.

cek fakta Varian Omicron 2Sumber: Fact Check-World Economic Forum did not report about Omicron variant in July | REUTERS

KESIMPULAN

Hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim bahwa virus covid-19 varian Omicron atau B.1.1.529 sudah ada sejak Juli 2021, salah. Faktanya, artikel pada situs weforum.org yang dibagikan akun Twitter @stacey_rudin, tidak membahas varian Omicron pada Juli 2021.

Menurut misinformasi/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

---

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES