Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Moderna Memproduksi Virus dan Vaksin Sebelum Kemunculan Covid-19 di Wuhan

Kamis, 28 April 2022 - 09:32 | 54.30k
CEK FAKTA: Moderna Memproduksi Virus dan Vaksin Sebelum Kemunculan Covid-19 di Wuhan
Sebuah informasi mengenai Moderna yang memproduksi virus Covid-19 dan vaksinnya.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial mengenai Moderna yang memproduksi virus Covid-19 dan vaksinnya.  Disebutkan produksi virus dan vaksin tersebut dilakukan sebelum kemunculan covid-19 di Wuhan, China.

Informasi tersebut dibagikan oleh akun Twitter @yo2thok pada 8 April 2022. Dalam cuitannya, akun tersebut menyertakan beberapa gambar dokumen “Material Transfer Agreement” antara National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), Moderna dan University of North Carolina (UNC) di Chapel Hill. Terlihat dokumen tersebut tertandatangani pada 12 dan 17 Desember 2019.

Adapun narasi lengkap yang dibagikan akun Twitter @yo2thok sebagai berikut:

SUDAH PADA TAHU BELUM ?

Moderna memproduksi Virus COVID-19 dan Vaksinnya!

Dokumen perjanjian menunjukkan bahwa anak perusahaan Pentagon, DARPA, Moderna dan Direktur NIAID Dr Fauci memiliki Vaksin Covid 19 hari sebelum kemunculan Virus Corona di Wuhan diajukan ke pengadilan.

Hingga Rabu (27/4/2022) pukul 15:30 WIB, unggahan akun Twitter @yo2thok telah di-retweet sebanyak 593 kali dan disukai 975 kali, serta dikomentari 23 kali. 

cek-fakta-Moderna.jpgSumber: https://twitter.com/yo2thok/status/1512414139880132610

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta, klaim tentang Moderna memproduksi virus dan vaksin covid-19 sebelum kemunculan covid-19 di Wuhan, China, keliru. 

Mengutip turnbackhoax.id, dokumen yang dilampirkan dalam unggahan akun Twitter @yo2thok tersebut berfokus pada MERS-CoV, virus corona yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah, yang pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada 2012. 

cek-fakta-Moderna-2.jpgSumber: [SALAH] Moderna Memproduksi Virus dan Vaksin Covid-19 Sebelum Pandemi Terjadi | Turnbackhoax

Virus SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, tidak disebutkan di mana pun dalam dokumen tersebut.  Klaim tersebut salah mengartikan kata “virus corona” sebagai Covid-19, padahal ada beberapa jenis coronavirus yang berbeda, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1960-an.

cek-fakta-Moderna-3.jpgSumber: Fact Check-COVID-19 vaccine was not being developed before the outbreak | REUTERS

Lebih lanjut, dilansir dari factcheck.afp.com, seorang juru bicara NIAID mengatakan bahwa Pusat Penelitian Vaksin dan Moderna telah berkolaborasi dalam penelitian vaksin sejak 2017. 

Juru bicara tersebut juga menegaskan bahwa materi yang ditransfer ke UNC pada Desember 2019 adalah kandidat vaksin untuk virus Corona Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan bukan SARS-CoV-2. Hal ini juga dibenarkan oleh UNC yang mengatakan bahwa dokumen tersebut merujuk pada pengembangan vaksin mRNA untuk melindungi dari MERS.

cek-fakta-Moderna-4.jpgSumber: Moderna had not developed a Covid-19 vaccine in 2019 | Fact Check AFP

Hoaks serupa pernah dibahas oleh Cek Fakta TIMES Indonesia dalam artikel berjudul “[CEK FAKTA] Sebelum Pandemi, Perusahaan Farmasi Moderna Mengembangkan Vaksin Covid-19”. Artikel tersebut tayang pada 3 Juli 2021. 

cek-fakta-Moderna-5.jpgSumber: [CEK FAKTA] Sebelum Pandemi, Perusahaan Farmasi Moderna Mengembangkan Vaksin Covid-19 | TIMES Indonesia

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi yang menyebut Moderna memproduksi virus dan vaksin covid-19 sebelum pandemi covid-19 terjadi, merupakan informasi yang keliru.  Faktanya, dokumen yang dibagikan akun Twitter @yo2thok bukan menyebut coronavirus SARS-CoV-2 virus, namun coronavirus MERS-CoV yang merebak di Timur Tengah sejak tahun 2012. Informasi tersebut juga merupakan hoaks lama yang kembali beredar. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, klaim tersebut masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading content terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

---

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 24 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES