Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Kesaksian Ibu Penjual Dawet Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Benarkah?

Kamis, 06 Oktober 2022 - 09:22 | 386.07k
CEK FAKTA: Kesaksian Ibu Penjual Dawet Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Benarkah?
Tangkapan layar rekaman suara seorang perempuan soal tragedi Stadion Kanjuruhan yang beredar di media sosial

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar rekaman suara seorang perempuan yang mengaku penjual dawet di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang. Rekaman suara tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial. Ia mengklaim menjadi saksi tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022. 

Dalam rekaman tersebut, perempuan itu mengaku dirinya berjualan di pintu 3 atau Gate 3 Stadion Kanjuruhan Malang, saat insiden tersebut terjadi.

Beberapa kesaksian disampaikan perempuan itu, seperti dalam rekaman yang beredar. Ia mengatakan penggunaan gas air mata oleh polisi bukanlah penyebab tewasnya ratusan suporter Arema FC atau Aremania.

Perempuan itu menyebut penyebab kematian ratusan orang dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan adalah ulah Aremania yang berdesak-desakan dan saling tendang.

"Gas air matanya sebetulnya enggak terlalu anu (berbahaya) kok. Cuman ini uyel-uyelane (desak-desakannya) sama sodok-sodokane (sikut-sikutannya) sama jejeg-jejegan (saling tendang) sesama suporter (yang lebih mematikan)," kata perempuan itu.

Dalam rekaman suara yang beredar, perempuan itu juga menyebut ada suporter yang bertindak brutal dengan memukuli polisi. 

"Pak polisi ini menolong tapi dipukuli...kenapa saya tahu? karena saya selamat di toko saya," kata dia dalam rekaman suara tersebut.

Perempuan itu mengatakan dia menyelamatkan polisi tersebut dengan membawa ke toko dawetnya.

Dalam rekaman, perempuan itu menyebut suporter Arema FC menenggak minuman keras dan obat terlarang.

"Lha wong suporter sak durunge wes ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah minum semua) yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol... yang saya tolong Mas Nawi (suporter) itu ternyata juga pemabuk," ujar dia dalam rekaman yang beredar.

cek-fakta-rekaman-suara-tragedi-kanjuruhan-2.jpgSumber: Tangkapan layar WhatsApp

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta, kesaksian perempuan yang mengaku penjual dawet itu tidak benar atau salah. 

Penelusuran dilakukan oleh sebagian pihak, termasuk Aremania, yang meragukan kesaksian perempuan tersebut. Namun tidak ada ibu penjual dawet di lokasi kejadian sebagaiman disebutkan dalam rekaman.

Mengutip Suara.com, para Aremania datang dan menyisir area Stadion Kanjuruhan Malanh, tetapi tidak menemukan ibu-ibu penjual dawet tersebut.

Seorang jurnalis Liputan 6, David Rizal turut mencoba mencari keberadaan si ibu penjual dawet di sekitar stadion.

David mewawancarai pedagang di stadion dan menyatakan bahwa ibu penjual dawet tersebut tidak ada sama sekali alias hoaks.

Pedagang tersebut langsung menunjukkan lokasi pintu 3 stadion Kanjuruhan dan tak ada kerusuhan yang terjadi karena pintu besi masih utuh.

"Tidak ada penjual dawet, nggak ada nggak ada. Hoaks," kata pedagang itu. 

cek-fakta-rekaman-suara-tragedi-kanjuruhan-3.jpgSumber: CEK FAKTA: Benarkah Kesaksian Ibu Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan? | Suara

Mengutip Kompas.com, beberapa orang melakukan penelusuran langsung dengan mengecek ke Stadion Kanjuruhan, seperti yang dilakukan oleh salah satu pengguna TikTok ini.

Dalam video yang diunggah di TikTok Senin (3/10/2022), netizen tersebut memperlihatkan bahwa di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan tidak ada toko dawet, melainkan toko mebel.

"Ini Pintu 3. Bakul (penjual) dawetnya itu di mana? Pintu 3 itu adanya bakul (penjual) mebel. Ini saya ada di Pintu 3, tidak ada yang menjual es dawet, itu enggak ada," kata pengunggah.

cek-fakta-rekaman-suara-tragedi-kanjuruhan-4.jpgSumber: TikTok/@kisya_arema

Masih mengutip Kompas.com, salah seorang Aremania, Achmad Ghozali membantah klaim banyak Aremania menenggak miras dan obat terlarang sehingga mereka bertindak anarkistis.

Ghozali menuturkan, dia mengenal sosok suporter bernama Nawi, yang disebut sebagai pemabuk oleh perempuan yang mengaku penjual dawet di Kanjuruhan.

Suporter yang dimaksud adalah Iwan Junaedi. Bisa dibilang bahwa pria yang akrab disapa Sam Nawi itu merupakan salah satu tokoh Aremania yang dikenal di kalangan para suporter.

Tidak hanya di Malang, Sam Nawi juga dikenal oleh para suporter rival, tapi sebagai sosok yang cinta perdamaian dan berupaya mencegah pertikaian antar-suporter.

"Yang namanya Nawi itu sahabat saya dan dia itu bikin koreografi di sana (Kanjuruhan). Dia sama sekali enggak minum miras," kata Ghozali.

Menurut Ghozali, klaim bahwa Nawi adalah seorang pemabuk sangat melukai perasaannya sebagai sahabat dekat.

"Nawi itu adalah ketua suporter Korwil Singosari. Dia meninggal (saat peristiwa). Dia itu sahabat saya, dia seorang muslim dan dia itu muazin di salah satu masjid di Singosari," tuturnya.

cek-fakta-rekaman-suara-tragedi-kanjuruhan-5.jpgSumber: CEK FAKTA: Kesaksian Penjual Dawet soal Gas Air Mata dan Aremania Mabuk Tak Valid, Penuh Kejanggalan | Kompas

Tim Cek Fakta juga mencoba menelusuri menggunakan Google Street View. Hasilnya, tidak ada toko atau warung es dawet di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan. Dalam dokumen Google Street View Maret 2022 toko-toko yang berada di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan adalah toko mebel.

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia sempat menyusuri dokumen Google Street View Maret 2022 dan menemukan bahwa penjual dawet hanya berada di depan pintu masuk utama Stadion Kanjuruhan Malang, yang berada berada dengan jalan utama. 

Penelusuran juga dilakukan TIMES Indonesia melalui vlog yang berada di Stadion Kanjuruhan. Hasilnya, pedagang dawet hanya berada di pintu masuk utama Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 

Dalam dokumentasi Niko_ Channel pada 10 Januari 2021, dengan judul video "Kota Kepanjen MALANG, lewat Stadion Kanjuruhan ternyata seperti ini ya..." terlihat pedagang dawet hanya berada di depan pintu masuk Stadion.

TIMES Indonesia juga melakukan pengecekan langsung juga menemukan bahwa tidak ada penjual di kawasan Pintu 3 Kanjuruhan. Jurnalis TIMES Indonesia juga menyampaikan bahwa lokasi penjual dawet yang berada di depan pintu masuk, tidak ada penjual saat kejadian Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.

"Itu lokasi terbakarnya truk polisi dan mobil," kata Tria Adha, jurnalis TIMES Indonesia.

KESIMPULAN

Hasil penelusuran menunjukkan klaim seorang perempuan mengaku ibu penjual dawet di Stadion Kanjuruhan adalah keliru. Informasi yang tersebar dalam bentuk rekaman suara tersebut adalah hoaks.

Penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, tidak ditemukan penjual dawet di dekat pintu 3 Stadion Kanjuruhan. Pengecekan dilakukan secara langsung dan juga melalui Google Street View (Tampilan Google Street View). Hasilnya tidak terdapat toko atau warung dawet.

Klaim adanya miras dan obat terlarang yang dikonsumsi suporter juga dibantah oleh Aremania.

Menurut misinformasi/disinformasi yang dikategorikan Firstdraft, informasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES