Kisah Edo, Pemuda asal Madiun yang Sukses Bisnis Mie Kekinian

TIMESINDONESIA, MADIUN – Elloy Dohan, seorang pemuda asal Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, sukses berbisnis mie kekinian. Saat ini, mie produksinya sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Pemuda yang akrab disapa Edo ini, usianya baru 23 tahun. Tapi ketekunannya dalam berbisnis patut diacungi jempol bisa dijadikan contoh.
Advertisement
Edo menceritakan, bisnis mie kekinian tersebut dibangun sejak Februari 2019 silam. Saat itu, alumnus SMAN 1 Mejayan tersebut coba-coba membuka usaha. Hingga akhirnya tercetus untuk membuat bisnis kuliner.
Setelah melakukan riset kecil-kecilan untuk melihat kondisi pasar dan tren kuliner terkini, Edo memberanikan diri jualan mie. Sejak awal, dia memang lebih condong berbisnis sebagai penyuplai bahan baku.
“Kebetulan, saya dari kecil sampai sekarang memang tidak makan nasi. Selama ini saya makan mie. Berbagai jenis mie untuk pengganti nasi. Jadi saya cukup banyak tahu tentang mie yang enak seperti apa. Itu modal awal saya untuk membuat produk mie,” kata dia, Jumat (4/3/2022).
Setelah menemukan mie yang cocok dan layak untuk dijual, dia meracik bumbu pelengkap. Berbagai bahan dengan resep rahasia pun diracik. Setelah dirasa cocok, dia membuat mie kekinian racikannya sendiri dan meminta teman-temannya untuk mencicipi.
Mie kekinian yang dijual Edo, lengkap dengan bumbu sehingga konsumennya yang kebanyakan penjual mie dan pemilik resto bisa langsung memasak dan menjualnya. (Foto: Edo for TIMES Indonesia)
“Dari beberapa orang yang mencicipi, testimoninya positif. Katanya enak. Itu membuat saya optimistis untuk terjun di bisnis ini. Akhirnya saya membuat brand Mie Level Milenial,” kata bapak satu anak ini.
Edo kemudian mempromosikan produknya itu ke media sosial. Tak dinyana, produknya pun langsung mendapatkan respons positif dari pasar. Banyak resto maupun outlet kuliner berminat membeli produk mie kekinian miliknya.
“Karena dari awal, segmen pasar saya memang bukan end user, tetapi ke tempat makan atau resto yang menjual kuliner. Jadi pasar awal itu, sejak saya unggah ke media sosial, banyak resto yang tertarik dan akhirnya membeli,” kata dia.
Respona positif dari pasar itu membuat memotivasi dirinya untuk benar-benar serius dalam bisnis ini. Dari awal pendirian, dia memang sudah mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung bisnisnya ini. Mulai dari produk hingga pemasaran.
Edo menuturkan, satu paket usaha yang dijual berupa 100 porsi mie kekinian dan dilengkapi dengan bumbu kering 750 gram serta bumbu basah 600 mililiter sebanyak tiga botol, harganya Rp450 ribu.
“Biasanya resto atau mitra menambahi variasi toping, seperti ditambah sosis, telur, keju, atau lain. Itu tergantung kreativitas mitra,” jelas Edo, pemilik usaha mie kekinian asal Mejayan, Kabupaten Madiun. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Bambang H Irwanto |
Publisher | : Rizal Dani |