Ekonomi

Puji Pemerintah, Pengamat: Inovasi Minyak Makan Merah Bisa Angkat Kesejahteraan Petani Sawit

Kamis, 21 Juli 2022 - 18:33 | 32.54k
Minyak Makan Merah (FOTO: ist)
Minyak Makan Merah (FOTO: ist)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Center of Digital Economy and SME’s Indef, Eisha M Rachbini, menyambut baik inovasi yang terus dikembangkan pemerintah di bidang pengelolaan produk turunan minyak kelapa sawit, yakni Minyak Makan Merah

Rencananya, pemerintah akan membangun dan mengolah minyak makan merah (M3) atau Red Palm Oil (RPO). Dimana pengembangannya dilakukan melalui koperasi di enam provinsi masing-masing Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Advertisement

"Memang minyak sawit ini turunannya banyak sekali yang bisa dikembangkan. Kalau misalnya sekarang dikembangkan minyak makan merah itu bagus, terutama untuk produksi skala kecil, kalau saya lihat ini melalui koperasi tentu sangat bagus," terang Eisha kepada wartawan, Kamis (21/07/2022).

Ia mengakui, produk turunan minyak sawit ini masih butuh proses yang tidak pendek. Sebab selain inovasi dengan melibatkan instansi pemerintah dan pihak terkait, hasilnya juga perlu disosialisasikan dengan baik agar nantinya benar-benar diterima masyarakat.

Bukan apa-apa, kata Eisha, sebab selama ini masyarakat sudah kadung terbiasa mengkonsumsi minyak goreng curah dan atau kemasan. Jika ada produk baru dengan jenis yang tidak terlalu beda, tentu membutuhkan waktu untuk penyesuaiannya. 

"Piloting ini kan baru berjalan, bagaimana nantinya baik pemasarannya sampai misalnya ke tangan konsumen, akan diuji masyarakat. Secara bisnis ini bagus, tetapi kita akan melihat, apakah nantinya bisa benar-benar menyerap konsumen," sebut Eisha. 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki sebelumnya menyebut pengolahan minyak makan merah (Red Palm Oil/RPO) hanya boleh dilakukan melalui koperasi. Untuk industri tetap fokus pada mengolah minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO).

Eisha menyatakan, inovasi memang harus terus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Terlebih inovasi baru ini disebut-sebut bisa mendorong produktifitas petani sekaligus memberikan nilai tambah. Dan lagi, produk turunan sawit bisa dikatakan banyak sekali yang bisa dimanfaatkan. 

"Sawit ini jadi produk turunannya banyak sekali, bisa di hilirisasi, potensi cabangnya banyak. Bisa dikatakan, dia masih bisa diolah dari biji sampai ampasnya," ucapnya. 

Sebelumnya, Menkop UKM Teten Masduki dalam keterangan resminya Senin 4 Juli 2022 mengungkapkan pengembangan SNI produk baru Minyak Makan Merah dilakukan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

"Adanya inovasi minyak makan merah ini akan mewujudkan kemandirian sawit rakyat melalui hilirisasi produksi sawit dari TBS ke CPO, dan dari CPO ke minyak makan merah oleh koperasi untuk meningkatkan nilai tambah petani sawit," kata dia.

Pihaknya berharap, inisiasi pengembangan pengelolaan minyak makan merah ini dapat berjalan dengan baik karena tahapan diawali dengan adanya inovasi. Selanjutnya terbangunnya kolaborasi untuk kemudian mengakselerasi dari berbagai pihak, sehingga dapat memberikan hasil sesuai yang diharapkan bersama.

Diketahui pula, Indonesia merupakan negara produsen terbesar minyak sawit dunia dengan total produksi minyak sawitnya mencapai 50 juta ton per tahun.

Data Kementerian Pertanian mencatat bahwa dari 16,381 juta hektare kebun sawit Indonesia, 41 persen di antaranya dikuasai oleh petani sawit rakyat. Namun, hilirisasi kelapa sawit oleh rakyat tersebut belum optimal.

Dengan total produksi sawit Indonesia menembus 50 juta ton per tahun, Indonesia menjadi negara produsen terbesar minyak sawit dunia.

Namun demikian, tingkat produktivitas sawit rata-rata per tahun baru mencapai 2,3 persen, masih rendah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 6,49 persen per tahun dan Thailand sebesar 29,17 persen per tahun, dengan kualitas bibit tanaman bersertifikat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES