Ekonomi

Tak Tumbang Saat Pandemi, Bukti Kekuatan Koperasi Sebagai Soko Guru Ekonomi

Jumat, 22 Juli 2022 - 01:34 | 30.09k
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP saat pembukaan gebyar Harkopnas ke-75 Jatim di Kabupaten Kediri (foto: Yobby/TIMES Indonesia)
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP saat pembukaan gebyar Harkopnas ke-75 Jatim di Kabupaten Kediri (foto: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Pandemi covid-19 dua tahun terakhir membuat banyak sektor tumbang. Sejumlah usaha yang gagal bertahan terpaksa gulung tikar. Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP mengungkapkan saat sektor usaha lain banyak yang merumahkan karyawan, koperasi justru sebaliknya. Tidak hanya bertahan tapi juga meraih keuntungan. 

"Best practice-nya saya lihat di koperasi saya sendiri yang masih saya pimpin Setia Budi Wanita, Malang.  Pada saat pandemi itu kami tidak merumahkan karyawan malah menambah karyawan. Tidak malah menurunkan tingkat jasa, lalu SHU-nya naik, asetnya naik. Artinya walaupun masa pandemi ini, koperasi ini dengan kekuatan gotong royongnya, mau mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di luar koperasi," kata Sri Untari ditemui usai pembukaan gebyar Harkopnas ke 75 Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Kediri, Kamis, (21/07/2022). 

Advertisement

Tidak hanya itu, di tengah badai pandemi tersebut, koperasi membuktikan diri sebagai salah satu soko guru atau penopang ekonomi bangsa Indonesia. Dengan pembuktian itu, kedepan diharapkan pemerintah bisa semakin banyak membuat kebijakan pemerintah yang lebih mendukung tumbuh kembang koperasi. 

"Pilihan ekonomi konstitusi kita yang menyebut koperasi itu sebagai sebuah entitas ekonomi yang harus menjadi pilar ekonomi negara atau sopo guru ekonomi itu tepat sekali. Tinggal sekarang bagaimana, kebijakan ini memiliki mainstream (arah) ke situ," tambah Sri Untari.

Sri-Untari-Bisowarno-a.jpg

Salah kebijakan yang diharapkan adalah adanya peran pemerintah untuk hadir saat sebuah koperasi mengalami keterpurukan. Seperti halnya perbankan yang memiliki lembaga penjamin simpanan, hal yang sama bisa diterapkan pada koperasi. Hal itu akan didorong masuk dalam RUU koperasi mendatang. 

"Sehingga kalau perbankan kolaps dibantu pemerintah kalau koperasi ada masalah selain anggotanya ini menyelesaikan pemerintah juga ikut untuk menyelesaikan karena (koperasi) ini salah satu entitas ekonomi yang sangat kuat," kata Sri Untari.

UMKM yang ada di Jawa Timur dan wilayah lain diharapkan bisa bergabung dengan koperasi untuk memperkuat kolaborasi,yang nantinya berujung pada sebuah kekuatan ekonomi. Koperasi di Jawa Timur sendiri lebih kuat dari wilayah lain. 

"Di Jawa Timur cenderung lebih baik karena bertambah koperasi-koperasinya dan juga bertambah asetnya. Mereka bisa jualan masker waktu pandemi. segala macam handsanitizer, dan sekarang mengikuti. Begitu pandemi sudah hampir endemik, mereka berjualan segala macam yang bisa dimakan oleh masyarakat dengan murah. Pemberdayaan itu  menguatkan semua sehingga kemudian kita tumpuan di Jawa Timur ini kuat, di bawahnya kuat. Ada koperasi-koperasi tadi dan UKM. Jadi UKM-UKM bergabung di koperasi, koperasi berikan pembiayaan, mereka bekerja," ucap Sri Untari. 

Koperasi Simpan Pinjam Masih Mendominasi 

Kekuatan koperasi pada masa pandemi semakin terbukti dengan pertumbuhan yang terjadi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Dr. Andromeda Qomariah, M.m mengungkapkan meski pandemi eh koperasi masih relatif cukup tinggi. 

"Karena sampai sekarang ini jumlah koperasi di Jawa Timur sendiri mencapai 22.965 koperasi. Dari yang  pada akhir tahun kemarin masih sekitar 22.760an,"tukasnya. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Dr. Andromeda Qomariah, M.m menambahkan dari angka tersebut, koperasi simpan pinjam masih mendominasi jenis koperasi yang ada di Jawa Timur. 

"Koperasi yang paling dominan di Jawa Timur itu adalah memang koperasi sektor keuangan. Yang mencapai hampir 60 persen. Meskipun kita memang ada sektor riil, tetapi di sektor riil itu pun juga ada divisi untuk simpan pinjam," pungkas Dr. Andromeda Qomariah, M.m. (*)
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES