Ekonomi

Bank Jatim dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jatim Perkuat Sinergi

Senin, 07 November 2022 - 21:29 | 12.33k
Bank Jatim dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jatim Perkuat Sinergi
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman dan Ketua GPEI Jawa Timur Isdarmawan Asrikan menunjukkan nota kesepahaman antara kedua belah pihak, Senin (7/11/2022).(Dok.Humas Bank Jatim)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim terus aktif memberikan stimulus dan membantu pelaku usaha untuk bangkit dan mengembangkan bisnisnya pasca pandemi Covid-19. 

Sejalan dengan program pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah daerah, kali ini Bank Jatim menggandeng Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur melalui penandatanganan nota kesepahaman. 

Nota kesepahaman tersebut dihelat dalam rangkaian Acara East Java Export Festival di hotel Novotel Samator Surabaya. 

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman dan Ketua GPEI Jawa Timur Isdarmawan Asrikan yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Turut hadir pada acara tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudlor Ali serta Drajat Irawan selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. 

"Kerja sama ini bertujuan untuk bersama-sama memberikan pelatihan kepada UMKM potensi ekspor," terang Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, Senin (27/11/2022). 

Selain  bersinergi dalam memberikan pelatihan kepada UMKM, kerja sama antara Bank Jatim dan GPEI Jatim juga mencakup Program pencetakan 100 UMKM berpotensi ekspor, Program Business Matching dengan exportir potensial, Transaksi Trade Finance, Layanan Pembiayaan Modal Kerja dan Investasi bagi anggota GPEI dan UMKM Potensi Ekspor binaan  GPEI Jawa Timur. 

Dalam mendukung layanan transaksi komersial internasional, Bank Jatim telah memiliki layanan transasksi Devisa diantaranya L/C (Letter of Credit), Transaksi Remittance, SKBDN dan Bank Garansi Valas. 

Penandatanganan MoU dengan GPEI Jawa Timur merupakan bentuk dukungan Bank Jatim dengan memberikan akses layanan jasa perbankan kepada para UMKM binaan untuk terus bersemangat memberikan produk-produk terbaik yang dapat diekspor di pasar internasional. 

"Dengan layanan transaksi devisa yang telah dimiliki saat ini, Bank Jatim siap memberikan kemudahan akses perbankan kepada para UMKM binaan untuk melakukan ekspor produk ke pasar internasional," terang Busrul.

Selain itu, JConnect Remittance yang merupakan pengembangan Layanan Pengiriman Uang Antar Negara, hasil kerjasama bankjatim  dengan Merchant Trade Asia dari Malaysia.  Melalui Jconncet Remitance, nasabah dapat melakukan transaksi menggunakan 2 (dua) mata uang yang berbeda hingga Rp 99.000.000,- per transaksi  secara real time 24 jam tanpa ada potongan biaya saat menerima uang kiriman. 

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan bahwa nilai ekspor Provinsi Jawa Timur  September 2022 senilai USD 2,04 miliar atau turun sebesar 3,63 persen dibandingkan Agustus 2022. 

Nilai tersebut dibandingkan September 2021 naik sebesar 2,85 persen. Ekspor nonmigas September 2022 mencapai USD 1,91 miliar atau turun sebesar 5,44 persen dibandingkan Agustus 2022. Nilai tersebut dibandingkan September 2021 meningkat sebesar 0,90 persen.

Ekspor migas September 2022 mencapai USD 136,44 juta atau naik 31,46 persen dibandingkan Agustus 2022. Nilai tersebut naik sebesar 41,06 persen jika dibandingkan September 2021.

Oleh karena itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus aktif memberikan stimulus dan membantu pelaku usaha untuk bangkit dan mengembangkan bisnisnya pasca pandemi Covid-19. 

Sejalan dengan program pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah daerah, kali ini Bank Jatim menggandeng Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur melalui penandatanganan nota kesepahaman.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES