Ekonomi

Dibuka Jokowi, IOG 2022 Bali Akan Dihadiri CEO Petronas hingga Migas Kolombia

Selasa, 15 November 2022 - 14:35 | 42.79k
Dibuka Jokowi, IOG 2022 Bali Akan Dihadiri CEO Petronas hingga Migas Kolombia
Logo IOG 2022

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan membuka International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2022 yang diselenggarakan di Bali pada 23 hingga 25 November mendatang. IOG 2022 mengangkat tema "Boosting Investment and Adapting Energy Transition Through Stronger Collaborations. 

Beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Maju, khususnya yang berkaitan dengan investasi di Indonesia juga diagendakan akan hadir dan menjadi keynote speaker dalam kegiatan yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tersebut. 

Diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

"Sampai sekarang masih on untuk mendapatkan arahan dari bapak Presiden Jokowi," terang Chairman Organizing Committee IOG 2022, Mohammad Kemal, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 15 November 2022. 

Mohammad-Kemal.jpgChairman Organizing Committee IOG 2022, Mohammad Kemal - (FOTO: Sumitro/TIMES Indonesia)

Kemal mengungkapkan, gelaran IOG 2022 mengagendakan lima diskusi panel. Dari investasi, kolaborasi, transisi energi hingga pasar potensial di Indonesia, kemudian disusul dengan pertemuan CEO Forum. 

Secara umum, ada tiga bagian besar konsep yang akan dibawakan dalam acara IOG 2022 masing-masing Economic Recovery, Energy Security, dan Energy Transition. Hal ini linear dengan program-program pemerintah Indonesia dan target Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Ajang IOG 2022 sendiri merupakan gelaran hybrid pertama setelah 2 tahun sebelumnya dilakukan secara virtual. Dengan konsep berkesinambungan dari dua acara IOG sebelumnya, tahun ini ditargetkan pesertanya sebanyak 10.000 peserta online dan 1000 peserta offline serta jumlah pembicara mencapai lebih dari 120 pembicara.

"Sekarang ini target kita 10 ribu (peserta), tapi sekarang sudah 23 ribu animonya dan itu dari berbagai negara," ujar Kemal. 

"Akan ada keynote internasional, itu akan ada dari OPEC, kemudian dari perusahaan konsultan, (mantan) Kepala SKK Migas Kolombia, dan dari tetangga kita CEO Petronas," sambungnya. 

Fatar-Yani.jpgWakil Kepala SKK Migas Fatar Yani - (FOTO: Sumitro/TIMES Indonesia)

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, SKK Migas memiliki target lifting minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari (BPH) dan 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada Tahun 2030. Untuk mengejar target lifting migas tersebut dibutuhkan upaya kuat untuk meningkatkan iklim investasi migas di Indonesia.

"Setidaknya perlu investasi hulu migas hingga US$160 miliar dalam kurun waktu 10 tahun mendatang hingga 2030," ucapnya. 

IOG 2022, ditekankan Fatar sebagai bagian dari upaya mencapai target tersebut. Konvensi migas terbesar Indonesia itu akan fokus pada upaya meningkatkan iklim investasi migas dengan memperkuat kolaborasi sambil terus beradaptasi dengan transisi energi.

Menurutnya, peran industri migas semakin signifikan seiring komitmen Indonesia terhadap target net-zero emisi. Sektor migas diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mengurangi emisi secara bersamaan selama masa transisi, sehingga pertumbuhan ekonomi negara tetap positif. 

Bahkan, proses menuju net zero emission sudah mulai diterapkan oleh pelaku industri migas seperti lapangan Ubadari dan Lapangan Vorwata yang dikelola oleh BP. 

Ia menambahkan bahwa potensi Indonesia masih menjanjikan bagi para investor. Meski demikian, para pelaku usaha kembali menekankan beberapa isu klasik yang selama ini menjadi perhatian. Isu-isu tersebut antara lain perbaikan dalam hal fiskal, kepastian hukum, kualitas data, dan ketersediaan infrastruktur. 

Di sisi lain, pemerintah terus mengupayakan peningkatan investasi di bidang hulu minyak dan gas bumi. Kebijakan yang dilakukan, antara lain menawarkan terms and conditions penawaran wilayah kerja migas yang menarik bagi investor, perbaikan sistem  perizinan, serta regulasi lainnya.

"Kami berharap dengan adanya Konvensi IOG 2022 ini, para pemnagku kepentingan di industri migas dapat duduk bersama dan mencari solusi untuk meningkatkan iklim investasi migas ke depan, terutama jelang Indonesia Emas 2045," ujar Fatar Yani. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES