Ekonomi

Kemitraan Kreatif, Cara Sukses Kembangkan Bisnis

Senin, 12 Desember 2022 - 05:28 | 34.50k
Pemilik Addlab, Aldwin Dinata berfoto bersama team pemasarannya,( Foto : Djarot/TIMES Indonesia)
Pemilik Addlab, Aldwin Dinata berfoto bersama team pemasarannya,( Foto : Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pola kemitraan kerja sama yang kreatif menjadi cara Aldwin Dinata untuk membuka peluang bisnis bagi para pemasar yang ingin memiliki dompet tebal.

Pasalnya, menerapkan pola kemitraan bisa memiliki keuntungan untuk fokus dalam bidang masing-masing, sehingga memberikan optimalisasi kinerja.

Advertisement

Aldwin mengungkapkan jika ia sebetulnya berangkat dari kepemilikan 5 pabrik. Sebanyak 3 pabrik pengolahan obat tradisional dan 2 pabrik kosmetik. Karena ia tahu kekuatannya hanya fokus di manufaktur, ia banyak ketemu rekan-rekan yang fokusnya di dunia selling.

"Salah satunya, dengan Kang Dewa Eka Prayoga, pada tahun 2022 ini kami berdua  memutuskan untuk bergabung membuat identitas baru yang dinamakan sebagai product intelligence partner," tutur Aldwin Dinata saat ditemui di Muslim LifeFair Bandung pada Minggu (11/12/2022).

Aldwin mengatakan, bisa dibilang Adleb adalah perusahan  perniagaan intelegen pertama di Indonesia. "Perniagaan intelligence itu adalah membantu para brand owner menemukan produk unggulannya," jelas Aldwin.

Menurutnya, produk unggulan ini bukan hanya yang bagus, tetapi produk produk yang fit juga dengan pasarnya. Kebanyakan para pengusaha banyak kendala. "Misalnya produk mereka sebenarnya sudah bagus, tapi tak laku di pasar," ucapnya.

Marketing-Addlab.jpgMarketing Addlab memperlihatkan produk produk produksi yang dipasarkan.  (Foto : Djarot/TIMES Indonesia)

Pihak Aldwin bisa membantu untuk riset. "Masalahnya di mana, apakah hanya karena produknya tidak sebagus itu atau memang karena produknya bagus tapi tak cocok dengan pasar yang dimiliki sama brand-nya," jelas Aldwin. 

Makanya, lanjut Aldwin, lewat brand intelligence diharapkan bisa membantu rekan-rekan pengusaha yang punya masalah seperti itu.

"Apalagi kalau punya masalah penjualan, partner saya, kang Dewa Eka Prayoga itu ‘dewa selling, kita akan bantu juga brand owner ini, strategi seperti apa yang bagus untuk meluncurkan produk," jelasnya. 

Aldwin mengungkapkan jika masalah yang bisa dibantu itu di antaranya apakah di brand mereka atau bagaimana cara menjualkan produknya dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, baik di sosial medianya, di website.

"Pokoknya kita ingin hadir membantu, para pengusaha, dalam menemukan kerunggulan dan produknya bisa diterima sama pasar,’ terang Aldwin. 

Pihaknya saatnya baru melakukan soft launching. Tetapi, sudah menangani merek-merek kosmetik besar. "Memang sengaja kami lakukan ini, biar mereka masuk dulu baru kami launching," papar Aldwin. 

Ia juga mengungkapkan, untuk pendirian legalitas secara  PT ini baru di tahun 2022. Sementara persiapannya sudah sejak tahun 2020. "Pasar kami seluruh Indonesia dan Asia. Yang paling banyak permintaan kerja sama saat ini adalah kota Bandung atau Jawa Barat," terangnya.

Aldwin pun menambahkan bahwa peluang saat ini adalah karena banyak para produsen yang tidak memperhatikan kualitas di dalam proses produksinya. Ia tidak bilang bahwa produk-produk pabrik lain tidak bagus.

"Saya juga tidak katakan bahwa produk pabrik saya terbaik, Karena semua pabrik maklon pasti mengklaim produknya yang terbaik," paparnya. 

Pihaknya hanya bisa bilang bahwa berkonsentrasi dalam sektor teknologi, proses produksi, dan ekstrasinya  

"Terutama, apa yang bisa saya kasih tahu adalah perihal ekstrasinya yang kami lakukan di tempat kita, 100 persen non alkohol. Jadi kita tak pakai alkohol extraction. 100% halal jadinya," terang Aldwin.

Walau banyak orang bilang, lanjutnya, bahwa kelak kalau dalam produksi pakai alkohol karena akan menguap, pihaknya tetap tidak mau menggunakannya. "Prinsip saya, kalau kita bisa tanpa alkohol, kenapa harus pakai alkohol,"paparnya. 

Lalu, mengenai proses produksi yang dilakukan adalah melakukan proses fried driyer untuk mengubah partikel menjadi nano. Itu dilakukan supaya semakin cepat diserap oleh tubuh.

"Jadi, itu yang bisa kami share ke rekan-rekan sebagai pengayaan informasi pada proses produksi," terang pemilik bisnis AddLab ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES