Ekonomi

Distribusi Lancar, Harga Bahan Pokok di DIY Terpantau Masih Tinggi

Senin, 09 Januari 2023 - 19:10 | 25.45k
Suasana Pasar Gentan, Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)
Suasana Pasar Gentan, Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAHarga bahan pokok pangan masih berfluktuasi dan tergolong stabil tinggi di sejumlah pasar di DIY.  Tapi dipastikan ketersediaan bahan pangan pokok di DIY mencukupi saat ini seiring lancarnya distribusi maupun perdagangan antar daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti menyampaikan dari hasil pantauan perkembangan harga bahan pokok pangan memang masih berfluktuasi dan tergolong tinggi memasuki pekan kedua Januari 2023.

Advertisement

“Harga sejumlah bahan pokok pangan masih tergolong tinggi seperti beras, daging ayam, telur ayam dan cabai," kata Syam, Senin (9/1/2023).

Kenaikan harga bahan pokok di DIY dikarenakan permintaan kebutuhan masyarakat saat Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Seperti diketahui DIY menjadi daerah prioritas pertama liburan Nataru sehingga permintaannya konsumen tinggi.

Harga beras yang belum kunjung mengalami penurunan dikarenakan saat ini musim paceklik, dimana masih musim tanam. Jika sudah mulai ada panen akhir Februari 2023, diprediksi harga beras akan stabil nantinya.

“Sesuai yang disampaikan Pak Presiden Jokowi padaa saat meninjau Pasar Sentul Yogyakarta pada Minggu (8/1/2023) lalu, harga beras masih bertahan tinggi karena memang belum musim panen. Namun pemerintah melalui Perum Bulog sudah menguyur pasar dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Harapannya bisa menambah stok dan mengendalikan harga beras sehingga inflasi terjaga," ungkap Syam.

Selain itu, Syam mengemukakan distribusi bahan pokok pangan di DIY sendiri tidak terkendala distribusi hingga saat ini. Apabila stok bahan tidak mencukupi, maka bisa dicukupi dari daerah lain seperti sayuran. Sebab tidak semua bahan pangan bisa diproduksi di DIY.

Pihaknya pun siap menggelar operasi pasar dan pasar murah apabila ada permohonan pengajuan dari Kabupaten/Kota nantinya.

“Dari hasil pantauan harga, beberapa bahan pangan mengalami penurunan harga seperti daging ayam broiler dari Rp35.300 menjadi Rp34.300/kg, cabai merah besar dari Rp36.300 menjadi Rp35.309/kg, cabai rawit hijau dari Rp53.000 menjadi Rp50.300/kg dan cabai rawit merah Rp62.000 menjadi Rp55.700/kg," tandasnya.

Sementara itu, komoditi bahan pangan yang naik harganya di alami cabai merah keriting dari Rp38.399 menjadi Rp39.000/kg, bawang merah Rp32.000 menjadi Rp33.000/kg dan bawang putih kating dari Rp24.700 menjadi Rp24.000/kg. Sedangkan harga bahan pokok pangan lainnya stabil yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam dan daging sapi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES