Ekonomi

Tindaklanjuti Kenaikan Harga Beras di Probolinggo, Bulog Siap Turun Pasar

Selasa, 24 Januari 2023 - 13:18 | 40.79k
Wabup Probolinggo saat meninjau kualitas beras di Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)
Wabup Probolinggo saat meninjau kualitas beras di Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Naiknya harga beras di pasaran Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak pihak. Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo akan turun ke pasar untuk kucurkan stok beras ke konsumen akhir.

"Kami siap kapanpun untuk operasi pasar. Distribusi beras ke pasar atau konsumen akhir kami siap," ungkap Nur Hudha Zus Julianto, pimpinan cabang perum bulog kantor cabang Probolinggo, saat dikonfirmasi, Selasa (24/1/2023).

Advertisement

Nur Huda mengemukakan, stok beras di gudang bulog tersedia sekitar 2.400 ton beras. Ketersediaan beras itu sangat cukup untuk dikucurkan melalui operasi pasar. Beras yang tersedia itu berupa beras premium.

Meski beras jenis premium, harga yang akan dibandrolkan saat distribusi nanti seharga Rp 8.600 perkilogram. Harga itu sudah cukup murah dan di bawah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp. 9.450 perkilogram.

Hudha menjelaskan, sejatinya bulog telah melakukan operasi pasar pada pada pedagang di sejumlah pasar. Agenda ini merupakan program rutin yang dilakukan pihak bulog setiap bulan. Sedangkan operasi pasar pada konsumen akhir belum dilakukan.

"Kalau operasi pasar pada pedagang pasar sudah kami lakukan. Tapi operasi pasar untuk tingkat konsumen akhir, masih menunggu koordinasi dari pemkab setempat. Kapanpun kami siap," jelas Hudha.

Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo mendesak Pemkab Probolinggo untuk segera mengambil sikap dengan melakukan operasi pasar. Guna mengembalikan stabilitas harga beras di pasaran.

"Segera mungkin untuk lakukan operasi pasar. Pemkab harus hadir dan turun ke pasar bersama Satgas Pangan untuk menyelesaikan ini," ungkap Wahid Nurahman, Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/1/2023).

Sebab menurutnya, berdasarkan pantauannya, harga beras saat ini benar-benar tak terkontrol. Harga jualnya telah melembung tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah dipatok pemerintah.

Pada bulan September tahun 2022 lalu, lanjut politisi Partai Golkar itu, harga beras medium masih di angka Rp 8.500 perkilogram. Sekarang naik menjadi 10.500 hingga Rp 11.000 perkilogram. Hampir setara dengan harga beras premium dan melambuh tinggi dari HET senilai Rp 9.450 perkilogram.

Sedangkan harga beras premium yang semula Rp 9.800 sekarang menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000. Begitu pula dengan beras patah (broken), mulanya Rp 6.000 perkilogram menjadi Rp 9.600 perkilogram.

Sedangkan, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/1/2023), Kepala Bidang Perdagangan pada DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mehdinsareza membenarkan kenaikan harga beras tersebut. Untuk menyikapi itu pihaknya akan lebih dulu berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tindak lanjut yang akan diputuskannya tergantung keputusan rapat nanti.

Menurut dia, kenaikan harga beras medium yang nyaris mencapai harga beras premium itu lantaran stok gabah sudah mulai berkurang. Sehingga harga beras juga mulai naik."Itu berdasarkan pantauan kami di sejumlah pasar Kabupaten Probolinggo," jelasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES