Ekonomi

JSEF 2023, Pameran UMKM Terbesar di Jatim Berlangsung Oktober Mendatang

Jumat, 22 September 2023 - 18:23 | 126.09k
Panitia JSEF 2023 saat menggelar press conference pelaksanaan JSEF di Hedon Estate, Jalan Ngagel, Surabaya, Jumat (22/9/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Panitia JSEF 2023 saat menggelar press conference pelaksanaan JSEF di Hedon Estate, Jalan Ngagel, Surabaya, Jumat (22/9/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar Jatim Super Exhibition Fair atau JSEF 2023 pada 20-22 Oktober mendatang. Acara berlangsung serentak di 16 kabupaten dan kota.

Pameran terbesar bagi para pelaku bisnis perdagangan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim. Melibatkan total 3.000 Pelaku UKM maupun UMKM. 

Acara ini mengusung konsep menarik. Ada Program One Day with OPD. Ada juga nuansa religi Bersarung Fashion Week bertepatan momentum Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023. Beragam kompetisi, talk show dan hiburan turut mewarnai. Sementara ratusan stand UMKM menjadi poin utama dalam pameran. 

Para peserta juga sudah melewati proses kurasi produk untuk mengukur kualitas. Ada produk fashion, kriya, makanan, minuman dan sub sektor ekonomi kreatif lainnya. Bahkan produk unggulan SMA/SMK. 

Ketua Panitia JSEF 2023 Awi Setiawan mengungkapkan, perhelatan pameran menjadi momentum kebangkitan pelaku usaha kecil dan menengah. Akan ada business matching sebagai peluang pasar ekspor. Antara lain bersama China Trade Fair. 

"Kami ingin mewadahi UMKM Jatim supaya naik kelas," kata Awi saat acara press conference di Hedon Estate, Jalan Ngagel Surabaya, Jumat (22/9/2023).

Awi menyebut, terdapat 9,87 UMKM di Jatim berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah itu hampir 25 persen dari total jumlah masyarakat Jatim. 

Mereka membutuhkan pendampingan dan pembinaan serta inovasi dari sisi pemasaran. Maka dari itu, pihaknya juga akan mendirikan Gubuk UMKM Bersatu Jawa Timur atau GUB Jatim sebagai wadah UMKM Jatim dalam sebuah platform digital sebagai kelanjutan JSEF.

GUB Jatim digadang menjadi ekosistem dan ruang inkubasi pemberdayaan UMKM. Ada pendampingan dan pembinaan agar UMKM mampu naik kelas. Mulai pendampingan mengurus legalitas hingga proses business matching.

GUB Jatim akan bergandengan tangan bersama dengan off taker, konsulat dan jaringan pasar ekspor. 

Ketua Dewan Pengarah JSEF Heru Satrio pada kesempatan yang sama menuturkan, latar belakang kehadiran pameran. JSEF menjadi 'pengganti' pameran ikonik Jatim Fair. 

Di mana Perayaan HUT Pemprov Jatim yang identik dengan Jatim Fair harus dikubur dalam-dalam karena faktor tertentu.

"Jatim Fair 2023 tidak ada. Kegalauan kami juga ketika ada event-event lain sebagai wujud pengganti Jatim Fair muncul. Apakah Jatim punya mereka, sehingga akhirnya kami berembug melahirkan JSEF dengan dasar bahwa HUT Jatim harus bisa dirasakan semua lapisan," kata Heru.

Panitia juga menggratiskan stand bagi UMKM dalam JSEF. Artinya 3.000 pelaku UMKM maupun UKM mendapat angin segar bebas biaya sewa. Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Jatim. 

"JSEF adalah kolaborasi yang sangat cantik dan positif dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jatim, BUMN, BUMD. Inilah kontribusi riil OPD Jatim," ujarnya.

Ketua Asosiasi UMKM Jatim Bersatu sekaligus Dewan Pengarah JSEF Kunjung Wahyudi menambahkan, jutaan UMKM memerlukan perhatian agar mampu naik kelas. Ia berharap JSEF dengan ekosistem GUB Jatim dapat berjalan dengan sukses.

Dewan Pengarah JSEF drg David turut menuturkan, perlu formula campur tangan dari pemerintah dan lintas sektor dalam membangun ketahanan UMKM. JSEF dan GUB Jatim digadang menjadi role model ekosistem UMKM.

Secara pribadi, Pemilik Hedon Estate ini juga mencontohkan, setiap Minggu pihaknya menyediakan jajanan pasar buatan masyarakat sekitar di cafenya. Model dukungan seperti ini pula yang ingin ia tularkan kepada para pelaku bisnis di Jatim. 

"Kita ingin memberi tempat bagi UMKM," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) 2023 pada 20-22 Oktober mendatang. Acara berlangsung serentak di 16 kabupaten dan kota.

JSEF 2023 terselenggara atas kerja sama antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Bakorwil se-Jatim. Seperti Bakorwil Malang, Bakorwil Pamekasan dan Bakorwil Madiun, Bakorwil Jember dan Bakorwil Bojonegoro.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES