Ekonomi

Dukung Pendirian Pabrik Bahan Peledak di Kaltim, Ketua MPR: Bisa Kurangi Impor

Minggu, 08 Oktober 2023 - 11:09 | 43.79k
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, bersama dengan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menghadiri upacara ground breaking  pembangunan pabrik bahan peledak PT Asa Karya Multipratama di Kalimantan Timur, Sabtu (7/10/2023). (Foto: MPR RI)
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, bersama dengan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menghadiri upacara ground breaking pembangunan pabrik bahan peledak PT Asa Karya Multipratama di Kalimantan Timur, Sabtu (7/10/2023). (Foto: MPR RI)

TIMESINDONESIA, KUTAI KARTANEGARA – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, bersama dengan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menghadiri upacara ground breaking untuk pembangunan pabrik bahan peledak PT Asa Karya Multipratama di Kalimantan Timur, Sabtu (7/10/2023).

Proyek ini menjadi pabrik bahan peledak swasta pertama di Indonesia dan akan mencakup lahan seluas 18 hektar dengan investasi sekitar 50 juta dolar AS. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga mencapai 70 persen.

Dalam acara tersebut, Bambang Soesatyo menyampaikan pentingnya proyek ini dalam konteks ekonomi Kalimantan Timur. Pembangunan pabrik ini telah memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja dan perkembangan ekonomi daerah.

"Selain itu, proyek ini juga dianggap sebagai kontribusi penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan peledak untuk berbagai sektor, termasuk pertambangan dan militer," ucapnya.

Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa kebutuhan akan bahan peledak terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih mengandalkan impor bahan peledak, yang berdampak pada defisit perdagangan.

Oleh karena itu, pembangunan pabrik bahan peledak dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan kemandirian dalam industri ini.

Selama lebih dari 20 tahun, Indonesia telah bergantung pada impor bahan peledak, dengan nilai impor yang mencapai angka yang signifikan. Dengan pembangunan pabrik ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam industri bahan peledak dan bahkan berpotensi menjadi salah satu ekspor non-migas yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Pembangunan pabrik bahan peledak ini merupakan langkah positif dalam mendukung ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor," ucap Bambang Soesatyo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES