Ekonomi

Banyuwangi Punya Kampung Bebek, Emang Boleh Segemes Itu?

Jumat, 17 November 2023 - 14:24 | 38.25k
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berkunjung ke Kampung Bebek. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berkunjung ke Kampung Bebek. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Di balik pesonanya sebagai tujuan wisata eksotis, Kabupaten Banyuwangi ternyata menyimpan kekayaan lain yang tak kalah menarik. Dusun Sumber Kepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, ternyata sering dijulukki Kampung Bebek.

Tak heran, dengan mayoritas penduduknya adalah peternak, kampung ini menjadi pusat kegiatan peternakan bebek dari hulu ke hilir. Mulai dari penetasan telur, pembesaran, budidaya, pemotongan, hingga pemasaran, semua dilakukan dengan penuh dedikasi oleh warga setempat.

Pelopor kegiatan peternakan bebek di Desa Kedungwungu, Nur Kholis, menjelaskan konsep unik yang diterapkan di kampung ini.

"Budidaya bebek di sini dikerjakan mulai dari hulu ke hilir. Kami berdayakan warga desa. Kami menitipkan bebek untuk mereka pelihara, waktunya panen kita beli," ungkap Kholis saat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi peternakannya dalam program Bupati Ngantor di Desa, Jumat (17/11/2023).

Ternak-Bebek-a.jpgBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berkunjung ke Kampung Bebek. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

Tak kurang dari 40 kepala keluarga terlibat dalam kelompok ternak "Makmur Mandiri," yang mampu memproduksi sekitar 2000 ekor bebek potong setiap harinya.

Uniknya, Kholis menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki kuota untuk memelihara 1000 bebek di rumah masing-masing, sedangkan dirinya sendiri memelihara 10.000 bebek di peternakannya. Dengan demikian, populasi bebek ternak dari kelompok ini mencapai sekitar 50.000 ekor.

Masa panen bebek dilakukan dalam rentang waktu 25 hingga 38 hari. Setiap 1000 ekor bebek memberikan keuntungan bersih rata-rata 4 juta, yang diterima oleh warga setiap bulan. Proses ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.

Imron Rosadi, Ketua kelompok ternak Makmur Mandiri, menjelaskan bahwa kelompok ini telah dirintis sejak 2019 dan saat ini telah berhasil menarik 40 keluarga dari Desa Kedungwungu. Targetnya adalah berkembang hingga 100 keluarga, bahkan ada warga dari Kecamatan Muncar yang sudah bergabung.

"Di kelompok ternak kami, kami memelihara dua jenis bebek, yakni hibrida dan peking. Pemasarannya masih seputar Banyuwangi dan Bali, memenuhi kebutuhan warga dan juga restoran di sekitar," tambah Imron.

Kelompok ternak Makmur Mandiri tak lupa mengucapkan terima kasih pada Pemkab Banyuwangi yang selama ini memberikan dukungan, mulai dari legalitas perizinan hingga izin lingkungan.

Ternak-Bebek-b.jpgBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berkunjung ke Kampung Bebek. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

Bupati Ipuk sendiri, dalam kunjungannya, memberikan apresiasi pada upaya yang dilakukan oleh Kholis dan kelompok ternak di Desa Kedungwungu.

"Tidak hanya mengembangkan usaha saja, namun juga melibatkan masyarakat. Tidak hanya anak-anak muda desa yang dilibatkan menjadi tenaga kerja, namun masyarakat juga dilibatkan untuk kerjasama usaha. Dengan demikian, masyarakat juga mendapat dampak ekonomi," kata Ipuk.

Bupati Ipuk juga menginstruksikan kepada dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan agar usaha ternak kelompok ini semakin luas.

"Kami juga minta agar Dinas Pertanian dan Pangan memfasilitasi rumah potongnya mengantongi sertifikasi halal," pungkasnya.

Sebuah kisah sukses di Kampung Bebek yang tak hanya menyentuh ekonomi, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pengembangan potensi lokal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES