Ekonomi

Target PAD 2024 Naik, Dishub Kabupaten Malang Optimistis Proyeksi Pendapatan Parkir

Kamis, 30 November 2023 - 17:32 | 31.11k
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Istiawan. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Istiawan. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang diproyeksikan naik dalam Rancangan APBD 2024 mendatang. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang optimistis bisa menyumbang PAD dengan realisasi target retribusi parkir sesuai yang diproyeksikan. 

Dalam RAPBD 2024 yang sudah disetujui bersama Bupati Malang dan DPRD Kabupaten Malang, diproyeksikan kenaikan pada sisi target Pendapatan Asli Daerah (PAD), naik sebesar 1 persen pada 2024 menjadi sebesar Rp 1,035 triliun lebih. 

Dari perencanaan target kenaikan PAD Kabupaten Malang tersebut, diantaranya pendapatan dari Pajak Daerah, direncanakan sebesar Rp 484,6 miliar lebih, dan Retribusi Daerah direncanakan sebesar Rp 358,6 miliar lebih. 

"Target kenaikan PAD mendatang masih realistis. Memang Pajak Daerah dan retribusi menjadi andalan utama PADl tiap tahun. Untuk retribusi perparkiran, juga akan kami upayakan naik proyeksi pendapatannya," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, ditemui di kantornya, Kamis (30/11) siang. 

Target proyeksi pendapatan retribusi parkir ini, lanjutnya, bisa dilakukan dengan optimalisasi potensi pendapatan parkir. Seperti, dengan rutin melakukan operasi gabungan untuk memastikan potensi pendapatan parkir yang ada di wilayah Kabupaten Malang. 

"Potensi pensapatan parkir tetap bisa lebih dioptimalkan, seperti dengan rutin melakukan operasi gabungan. Karena, dengan turun langsung mendatangi titik-titik parkir yang ada, akan bisa diketahui potensi pendapatan retribusi parkir yang sebenarnya," tandas Bambang. 

Meski demikian, menurutnya pendapatan retribusi parkir tetap saja bisa naik dan turun. Hal ini mengingat titik-titik lokasi parkir juga bisa saja berkurang atau menyusut. Semisal, tempat parkir tepi jalan umum atau yang menempati depan pertokoan atau kantor, yang akhirnya tidak ada karena usaha sekitar tempat parkir akhirnya tutup. 

"Pada saat yang sama, petugas kami juga rajin mencari titik-titik potensi parkir yang baru. Hal ini, karena juga banyak tempat usaha baru muncul dan menjadi pusat keramaian dan pengunjung," demikian pria ramah ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES