Ekonomi

Bapanas: Stok Beras Nasional Capai 4 Juta Ton, Terjaga untuk Kepentingan Lebaran

Rabu, 10 Januari 2024 - 12:44 | 18.95k
Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, bersama Kepala Bapanas dalam kunjungannya ke pergudangan modern Perum Bulog di kawasan Kepala Gading, Jakarta, Sabtu. (FOTO: ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, bersama Kepala Bapanas dalam kunjungannya ke pergudangan modern Perum Bulog di kawasan Kepala Gading, Jakarta, Sabtu. (FOTO: ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data bahwa stok beras nasional mencapai 4 juta ton pada awal tahun 2024.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa jumlah stok beras nasional tersebut dianggap cukup untuk menghadapi kebutuhan hingga Lebaran, terutama dengan adanya panen raya di beberapa daerah pada Januari hingga Maret.

Dari total stok beras nasional tersebut, Bapanas melalui Bulog menguasai stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,3 juta ton.

Ketut menjelaskan bahwa stok CBP ini dapat menjadi bantalan stok beras nasional sebelum panen raya yang diprediksi akan terjadi pada bulan April mendatang. Seiring dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pasokan CBP akan ditambah menjadi 3 juta ton dengan penyerapan hasil panen petani dalam negeri dan impor beras dari India dan Thailand.

"Pak Mentan (Menteri Pertanian) sudah melakukan langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat produksi, dan ini akan memperkuat cadangan pangan pemerintah," ucap Ketut, Rabu (10/1/2024).

Selain menjaga stok beras nasional di dalam negeri, pemerintah juga meluncurkan program bantuan pangan beras kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret.

Rencananya, program ini akan diperpanjang untuk periode April, Mei, dan Juni. Bagi masyarakat yang tidak terdata sebagai penerima bantuan, Bapanas menyiapkan 1,2 juta ton beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) yang akan dibagikan secara bertahap setiap bulan.

Ketut juga menyampaikan bahwa pemerintah bersama Bapanas dan pemerintah daerah menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah antisipasi menjaga pasokan dan stok di tengah berkurangnya produksi akibat El Nino. Program GPM akan diperkuat menjelang perayaan hari besar keagamaan, termasuk Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.

GPM ini melibatkan CSR perusahaan di wilayah masing-masing dan dapat menjaga ritme harga, sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga stabil di bawah harga pasar.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES