Ekonomi

Hasilkan Produk Enak dan Unik, Roti YU Masuk UMKM Naik Kelas di Bandung

Jumat, 12 Januari 2024 - 12:41 | 22.74k
Adnan, Founder dan CEO Roti Yu berfoto bersama produk roti andalan yang digemari masyarakat (FOTO: Dok. Foto Djarot/TIMES Indonesia)
Adnan, Founder dan CEO Roti Yu berfoto bersama produk roti andalan yang digemari masyarakat (FOTO: Dok. Foto Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Roti adalah makanan yang diminati setelah nasi, dengan beragam isi atau toppingnya. Inilah yang menjadi motivasi owner UMKM bernama Roti Yu agar masyarakat pecinta roti bisa mengonsumsi roti tanpa takut terkena dampak dari protein gluten yang ada pada roti biasa.

Karena banyak digemari, tak heran peluang industri roti di Indonesia begitu besar. Ada yang produksi home industry atau skala kecil. Ada juga yang berskala besar. Yang berskala kecil bisa mencapai sekitar 60 persen dan skala besar sekitar 20 persen, sementara sisanya adalah industri skala menengah.

Meski demikian, bukan berarti roti semuanya menyehatkan. Diketahui bahwa protein gluten pada terigu apabila dikonsumsi berlebih maka akan berakibat alergi pada sistem pencernaan atau yang dikenal dengan penyakit Celiac.

Untuk itu hadir produsen roti dari Bandung, tepatnya pelaku usaha UMKM yang telah berhasil memproduksi produk roti berbahan tepung lokal (beras hanjeli) disertai campuran sebagian tepung yang biasa dibuat untuk campuran roti.  

Tepung hanjeli memang merupakan hasil pangan lokal Indonesia dan apabila bisa dimanfaatkan hasilnya menjadi unik. Bahan tepung lokal ini yang berasal dari Jawa Barat hanya ada di beberapa titik saja seperti di Sukabumi, Wado Sumedang, Ciwidey, dan ada sedikit juga di Cimenyan Bandung.

Dengan bahan tidak total 100 persen  terigu, tentunya produk roti yang dihasilkan jadi berbeda. Bahkan kandungan protein yang dihasilkan di roti berbahan tepung hanjeli tersebut bisa mencapai 11 persen, sementara kebanyakan protein di roti biasa yang berbahan tepung terigu biasa hanya sekitar 3-6 persen saja. 

Berdasarkan informasi penelitian Nurmala (2011), bagian yang menarik dari hanjeli adalah bijinya yang mengandung gizi setara dengan beras, yakni dalam 100 gram bahan terdapat karbohidrat (76,4 persen), protein (14,1 persen), kalsium yang tinggi (54,0 mg).

Bahkan bahan ini kaya dengan kandungan lemak nabati (7,9 persen) bila dibandingkan dengan kadar lemak pada jagung sekitar 3,5-4,7 persen. Bagi yang alergi dengan kandungan gluten, maka pilihan roti berbahan tepung hanjeli ini bisa menjadi pilihan kudapan.

Menurut Adnan, founder dan CEO Roti Yu, ia menggabungkan hanjeli yang berasal dari Sukabumi dan Wado Sumedang untuk pembuatan Roti Yu. Alasannya dari hanjeli yang berasal dari dua daerah tersebut ternyata nutrisinya berbeda.

"Terkadang dari tanah yang berbeda bisa menghasilkan Hanjeli yang berbeda dari sisi nutrisinya dan inilah yang membuat hanjeli itu unik. Hanjeli itu memang termasuk super food. Kandungan hanjeli ini memang luar biasa, ada lemak, kalsium, antioksidannya, mengandung serat juga,” ujarnya, Jumat (12/01/2024).

Adnan juga mengutarakan walaupun bisa dibilang roti produksinya rendah gluten tapi ia belum berani mengatakan bahwa rotinya adalah roti sehat karena memang masih ada sebagian kandungannya berupa tepung terigu biasa.

Ia pun mengutarakan bahwa keawetan roti Yu ini bisa bertahan selama 7 hari padahal tanpa pengawet. Dan salah satu aspeknya karena kandungan roti tersebut ada antioksidannya juga.

Adnan memaparkan bahwa segmen pasar roti Yu ini lebih menyasar ke orang-orang yang suka dengan gaya hidup sehat. Biasanya roti sehat itu biasanya memiliki tekstur keras, berasa tidak enak dan kasar tetapi berbeda dengan tekstur kualitas roti Yu ini yang lembut dan enak dikonsumsi.

Komposisi kelembutan Roti Yu ini bisa disamakan dengan roti yang beredar di toko-toko bakery, bahkan Roti Yu memiliki tekstur lebih lembut tetapi lebih sehat dibandingkan yang lain.

Adnan menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat perihal Roti Yu yang berbeda dengan roti kebanyakan memang terus sedang digiatkan. Berbagai pameran baik di Bandung atau Jakarta dijalaninya.

Bahkan, akibat kandungan produk Roti Yu yang unik, produknya pernah diundang ke New Delhi India untuk memaparkan keunikan produk ini.

“Untuk mengedukasi masyarakat perihal produk dengan kandungan lokal ini, kami sampai bekerja sama dengan DKPP Jawa Barat yang mengangkat pangan lokal sebagai alternatif pangan lokal di Jawa Barat tentunya,” ulas Adnan.

“Kemarin juga kita beberapa ada yang kerja sama dengan Baparnas/Badan Pangan Nasional, dan dengan DKPP di Sukabumi Ketika ada acara Food Festival,” imbuhnya.

Adnan menerangkan bahwa untuk legalisasi Roti Yu produk UMKM miliknya ini selain sertifikat Halal, Paten Formulasi, Merk dan PIRT sudah ada. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES