Ekonomi

Pemprov Bali Klaim Capaian RPJPD 2005-2025 Di Atas Rata-rata Nasional

Selasa, 16 Januari 2024 - 18:40 | 16.84k
Sekda Provinsi Bali saat menerima Kunker Komite IV DPD RI. (Foto: Prokopim Bali)
Sekda Provinsi Bali saat menerima Kunker Komite IV DPD RI. (Foto: Prokopim Bali)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025 secara makro sudah tercapai, bahkan banyak angka yang berada di atas rata-rata nasional.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah  Provinsi Bali Dewa Made Indra saat mewakili Pj Gubernur Bali SM Mahendra Jaya memberikan sambutan di acara Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, Selasa (16/1/2024).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPD 2005-2025, yang di gelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

“Target makro pertumbuhan ekonomi selama 19 tahun dikurangi masa Covid-19 ini relatif tercapai. Kecuali masa Covid karena itu di luar kontrol manusia,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, turut dihadiri oleh Pimpinan DPD RI Dr. H. Mahyudin, S.T., M.M, Pimpinan MPR RI Prof. Fadel Muhammad, Wakil Ketua Komite IV Fernando Sinaga, S.Th., serta Koordinator Tim/Prov. Bali Dr. Made Mangku Pastika, M.M.

Secara umum, birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng, tersebut menjabarkan inflasi di Bali selama hampir 20 tahun ini cukup terkendali.

“Pengecualian terjadi pasca pandemi Covid-19, karena pariwisata baru dibuka dan daya beli masyarakat tiba-tiba melejit sehingga berdampak inflasi. Namun, tahun 2023 inflasi kembali terkendali,” imbuhnya.

Selain itu, angka baik juga diikuti oleh Indeks Gini Ratio, yang bisa dilihat ketimpangan di Bali jauh di bawah Nasional.

"Tingkat kemiskinan di Bali jauh di bawah Nasional. Kemiskinan tidak bisa dinihilkan karena ada aspek fisik yang menentukan seperti disabilitas dan demografi," jelasnya.

Tentang kemiskinan ekstrem yang mencuat akhir-akhir ini, menurutnya masih sangat rendah di Bali. Mengenai beberapa penurunan seperti di bidang peternakan, perikanan dan pertanian, ia tidak menampik memang ada produksi yang turun.

"Namun, ada indikator lain yang harus dilihat seperti nilai tukar petani yang cukup naik. Produksi menurun tapi dibarengi dengan kenaikan nilai tukar petani, sehingga hal itu bisa diimbangi,” tutupnya.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI Fernando Sinaga mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 tahun yang bertujuan untuk merancang sistem perencanaan pembangunan nasional diselenggarakan berdasarkan asas umum penyelenggaraan negara.

"RPJPN juga menjadi acuan Kepala Daerah dalam Menyusun RPJPD," cetusnya.

Ia juga menambahkan permasalahan yang terjadi di Indonesia yang menjadi fokus DPD RI Komisi IV yaitu tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi, pendapatan negara yang masih menengah serta kesenjangan pembangunan dalam daerah.

Pimpinan DPD RI Mahyudin menekankan RPJPN harus bisa memperjuangkan kepentingan daerah yang belum terwakili, sehingga dalam kesempatan ini diharapkan aspirasi daerah Bali bisa diserap sebanyak-banyaknya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota DPD Dapil Bali Made Mangku Pastika yang berharap pertemuan ini bisa menyerap aspirasi komprehensif untuk pembangunan Bali. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES