Ekonomi

Begini Seharusnya Sikap Sales di Tahun 2024 ala AMA Malang, Yuk Simak

Sabtu, 27 Januari 2024 - 22:22 | 29.73k
Suasana seminar yang menampilkan pembicara Herman Josep Soewono di Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang. (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia
Suasana seminar yang menampilkan pembicara Herman Josep Soewono di Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang. (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, MALANG – Bagaimana seharusnya seorang sales bersikap agar konsumen tetap menjadi tertarik, Jumat (26/1/2024) malam dikupas tuntas oleh Herman Josep Soewono dalam seminar AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Chapter Malang mengawali tahun 2024.

Herman, praktisi sales berpengalaman selama lebih dari 20 tahun itu mengambil topik "Sales outlook 2024, 10 skill to increase your sales in 2024".

AMA sengaja mendatang Herman ingin mengetahui bagaimana caranya di tahun 2024 ini bersama-sama maju dalam penjualan bisnis dengan kiat-kiatnya.

"Penjualan itu bukanlah tentang menjadi sempurna, tapi ini adalah tentang kegigihan, dan kegigihan ini sangat kita perlukan," kata Zulkifli yang menjadi moderator acara itu saat mengawali seminar.

Dihadapan sekitar 30 peserta seminar di ruang Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang
Jumat (26/1/2024) tadi malam, Herman menyampaikannya dalam suasana akrab, kekeluargaan, dan apa adanya.

Peserta seminar-pun dibuat senang karena gaya Herman yang selalu mewarnai dengan joke-joke yang sangat bisa diterima peserta mulai dari owner  perusahaan sampai sales-nya plus kalangan perguruan tinggi itu.

Herman-Josep-Soewono-2.jpg

Misalnya dari hal yang sederhana seperti semua peserta digiring oleh Herman untuk saling kenal dengan cara saling bersalaman, mulai dari owner perusahaan hingga para sales.

Teknik perkenalan itu, kata Herman sangat penting untuk komunikasi selanjutnya. "Kalau lawan kita itu menyerahkan kartu nama, maka kita harus siap punya kartu nama. Bagaimana kalau tidak punya, ya catat nomernya, apapun itu," ujar Herman.

Menurutnya yang lebih penting lagi,  kita mengerti "lawan" kita. Sebab, seperti kata pepatahnya, sesungguhnya kita ini tidak bekerja kalau kita tidak punya rekan dan mitra kerja.

Syarat kedua di dunia penjualan, lanjut Herman, kalau kita terima kartu nama, maka seorang sales minimal 1 X 24 jam harus menfollow-up, untuk mengingatkan. "Sebab kalau 2 sampai 3 X 24 jam, orang sudah akan lupa dengan kita," kata Herman.

Pria yang berlatar belakang Pro-M organizer training and seminar Surabaya selama 22 tahun ini mengaku murni berangkat  dari sales. Karena itu ia sudah terbiasa menghadapi tolakan, hinaan, ejekan, dan semuanya sudah ia alami.

Menurutnya, seorang sales itu bukan minta-minta order, tetapi harus menawarkan solusi, seolah-olah "lu yang butuh gue, bukan aku yang minta order ke kamu".

"Paling tidak kesankan, bahwa kita ini adalah problem solvernya customer," paparnya

Dalam kesempatan itu Herman juga memiliki pemikiran BARU soal sales di tahun 2024 ini.

BARU itu merupakan singkatan dari :

- B (Bahwa yang Maha Kuasa akan memberikan Rahmat kepada kita semua)

- Agile (lincah dimasa sekarang dibutuhkan kelincahan, kegesitan, dan kecepatan), 

- Reflek apa saja yang sudah lakukan di tahun 2023

- Selalu melihat kesempatan, peluang sesulit apapun peluang itu tetap ada.

Herman kemudian menyuruh peserta seminar untuk membuat tanda tangan di atas kertas dengan tangan kiri.

Hasilnya memang tidak semuanya bisa, dan ada yang mencoba berusaha dengan hasil yang "runyam". Intinya sulit.

Begitu juga, lanjut Herman, saat menjalankan perusahaan bagi para senior atau owner perusahaan,  bila kita melakukan sesuatu untuk kali pertama, pasti susah, kaku, lama, aneh. "Tetapi anak buah kita bila disuruh berubah, pasti ngomel. Inilah yang saya sebut tentang change, perubahan," katanya.

Satu-satunya perubahan adalah perubahan yang munculnya dari dalam diri kita sendiri.

"Makanya saya selalu ngomong dimana-mana, SDM itu bukan sumber daya manusia,  tetapi sumber datangnya malapetaka," ujarnya.

"Ngurusi orang itu setengah mati. Cari orang makin lama makin susah. HRD bukan human resource development, tetapi hari-hari dirundung derita," tambahnya.

Mengelola orang itu tidak mudah, tidak gampang, sehingga kita mereka yang gampang kita meeting, juga gampang mereka keluar.

Ada dua faktor yang mempengaruhi seseorang itu tidak mau berubah, yakni faktor mental dan fisik. Ada orang yang sulit mau berubah.

"Nah kita dengan anggota fisik yang sempurna, kenapa anak buah kita sulit untuk mau berubah. Itu kalau bukan karena faktor fisik bisa jadi karena faktor mental," lanjutnya.

Kena bisa begitu? Karena orang sudah terlalu lama berada di zona nyaman atau comfort zone, dan dia tidak sadar bahwa keadaan  sekarang  sudah bergeser ke learning zone.

Learning zone adalah tahap belajar. "Hati-hati lho konsumen kita makin lama makin pinter, makin cerewet, makin kritis. Jadi kita tidak bisa menuntut konsumen kita persis sebelum pandemi," papar Herman.

"Kita semua merasakan adanya perubahan perilaku konsumen itu setelah adanya pandemi. Peta adanya pandemi merubah perilaku seseorang, termasuk konsumen. Tentu otomatis sales dan marketing harus mengikuti," tegasnya.

Tidak Bisa Dirangkap 

Karena itu menurut Herman, pekerjaan sales dan marketing tidak bisa dirangkap.

Sales, menurut dia, yang melakukan aktivitasnya disebut sailing, yang mengerjakan sales. "Dia yang melaksanakan, dia yang menjalankan, dia yang mengeksekusi," kata Herman.

Sedangkan seorang marketing, bertugas untuk merencanakan. Maka seorang marketing disebut marketer. Marketer itu pemasar, sedangkan seller itu penjualnya.

"Tetapi dibanyak perusahaan   kadang sailing and marketing digabung. Tetapi sebetulnya berbeda," kata Herman.

Tentang hasil, menurutnya, kalau perilaku kita, tindakan kita, sikap kita setiap harinya  selalu sama, maka hasilnya sama. Kalau kita menginginkan hasil yang berbeda, maka perilaku, sikap dan tindakan kita juga harus berbeda.

Fenomenanya begini, kalau tindakan kita A, sikap kita A, hasilnya pasti A. Kalau kita menginginkan hasil B, maka sikap dan tindakan kita harus B.

"Namun kebanyakan orang, menginginkan hasil B, tetapi sikap dan tindakannya masih A. Gak nyambung," ujar Herman.

Maka saya mengatakan, kalau pendapatanmu meningkat, pasti incomemu juga akan meningkat.

"Karena itu kepada para karyawan saya ingatkan, kita bekerja itu bukan semata-mata untuk menyenangkan perusahaan atau mengenakkan atasan. Tapi kita kerja maksimal untuk mengenakkan diri kita sendiri," tegas Herman.

Jadi bukan hanya software and hardware yang perlu diperbaharui, tetapi mainwear.

"Dibutuhkan sikap mental yang luar biasa. Ngomong memang gampang, tetapi menjalaninya susah," tegasnya.

Mengelola manusia tidak mudah. "Tapi bagi saya, skill apapun, ketrampilan apapun kalau orang itu tidak punya kemauan mboje. Punya niat bukanlah segala-galanya, tapi tidak punya niat tidak akan ada segala-galanya," kata dia.

Herman malam itu memang khusus  berbicara untuk para sales. 
Baginya salesman yang kini diganti salesperson itu tugas dan wewenangnya sama. "Sama dengan dulu PRT yang kini diganti ART. Juga sama saja," kata dia lagi.

Baginya seorang salesman itu kepanjangan dari "seorang yang selalu mempunyai semangat memberikan yang terbaik untuk pelanggan".

Kalau seorang sales punya semangat, maka ketika menghadapi tolakan-tolakan atau kegagalan-kegagalan, maka dia akan berusaha mencari jalan keluar.

Ini berkaitan dengan mindset. Kalau mindsetnya positif, apapun yang akan dia tuju, akan dikejar, ada kendala dihadapi, begitu seterusnya sampai berhasil.

Karena kalau sales seperti kita ini berpikir tentang customer dan customer, maka otomatis ia pasti akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan customer.

"Tetapi kadang-kadang sales kita dibentak customer, akan beralih membela customer. Kemudian setiap permintaan  customer dilayani. Ini kelemahan sales kita. Karenanya  kita perlu "membakar" semangat mereka sedemikian rupa agar nyaman dalam pekerjaannya," tambahnya

Sekarang ini Price, Product, Place, Promotion tidak cukup. Belum tentu segalanya beres

Selain itu Herman juga membenarkan 10 ketrampilan yang bisa mendongkrak penjualan bisnis di tahun 2024 yakni :

1 - Perencanaan.
Setiap sales mutlak punya perencanaan. Karena hasil akhir ditentukan dari proses.
Perencanaan ini harus dijalankan dengan sungguh sungguh dan disiplin.

2 - Sasaran harus tepat.

3 - Memaksimalkan Sosmed.
Mau tidak mau harus menyesuaikan, karena saat ini sudah jamannya generasi sekarang.

4 - Prospekting
Didunia sales harus mencari hot-prospek.

5 - Presentasi dan komunikasi

6 - Shell and proshell

7 - Konsumer and Customer

8 - 4 C (Change, Customer, Competitor, Company)

9 - Service 
 Ini ujian yang sesungguhnya seorang sales setelah terjadi transaksi. Maukah orang sales itu tetap berkomunikasi dengan customer.

10 - Smart 

Itulah pemikiran-pemikiran yang dituangkan oleh Herman Josep Soewono dalam seminar AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Chapter Malang mengawali tahun 2024 di Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang dengan topik Sales outlook 2024,
10 skill to increase your sales in 2024". (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES