Ekonomi

Harga Beras Terus Meroket, Pedagang Pasar Banyuwangi Mengeluh

Selasa, 13 Februari 2024 - 17:14 | 26.09k
Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi pemilik toko sembako Sumber Rezeki Inayah. (Foto : Dok TIMES Indonesia)
Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi pemilik toko sembako Sumber Rezeki Inayah. (Foto : Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGIHarga beras di sejumlah pasar di Banyuwangi Jawa Timur, kian meroket dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga tersebut, banyak dikeluhkan oleh pedagang yang merasakan pada penurunan penjualan beras di lapak mereka.

Salah satu pedagang di pasar induk Banyuwangi Inayah mengatakan, dengan naiknya harga beras setiap harinya itu, membuat stok beras di lapak miliknya menjadi sulit terjual, dan membutuhkan banyak waktu agar bisa menghabiskan produk yang ada.

“Ini beras saya belum terjual selama sepuluh hari lebih, biasanya 5 sak beras hanya butuh dua hari sudah habis,” kata Inayah pada, Selasa (13/2/2024).

Inayah pemilik toko sembako Sumber Rezeki itu menjelaskan, untuk harga beras eceran saat ini dibandrol dengan harga Rp16.400 per kilogram dari harga awal Rp14.500 per kilogram. Sedangkan untuk produk beras dengan kemasan berat 5 Kilogram dihargai Rp80.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp75.000, minggu lalu.

“Naiknya beras ini bertahap sejak sepekan lalu, naiknya tiap hari Rp1000 sampai Rp1500,” jelasnya.

Meskipun demikian, Inayah menuturkan, untuk beras dari Bulog Banyuwangi dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harganya tetap stabil. Untuk beras SPHP Dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900 per kilogram atau kurang lebih Rp54.500 beras SPHP untuk kemasan 5 kilogram.

“Kalau untuk beras SPHP itu yang selalu laku terjual selama harga terus naik ini,” tutur Inayah.

Sementara itu, Koordinator Pasar Banyuwangi, Selamet Hariyadi, melalui staf petugas pasar Banyuwangi, Arista Lila Candra menjelaskan, untuk stok beras dipasar Banyuwangi dapat dikatakan aman, hanya saja mengalami kenaikan secara bertahap selama sepekan terakhir. Dirinya juga menyebut kemungkinan besar mahalnya beras tersebut karena faktor produksi dari petani akibat pengaruh cuaca dan pabrik penggilingan padi.

Arista juga memaparkan, beras SPHP tersebut rutin diberikan kepada toko-toko sembako yang berada di pasar Banyuwangi setiap dua hari sekali dengan jatah setiap toko yaitu 100 sak beras.

“Meskipun ada beras SPHP harga beras ini belum stabil harganya,” jelasnya.

“Saya berharap semoga setelah pemilu ini nanti harga beras bisa kembali stabil dengan harga yang tidak terlalu memberatkan,” harap Arista. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES