Ekonomi

Pasar Lebaran di Pakis, Bupati Malang Ingatkan Inflasi dan Tidak Berlebihan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 18:28 | 20.39k
Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, saat mengunjungi stand Pasar Lebaran di Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (30/3/2024). (Foto Humas Prokopim)
Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, saat mengunjungi stand Pasar Lebaran di Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (30/3/2024). (Foto Humas Prokopim)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pasar Lebaran Kabupaten Malang kembali digelar Pemkab Malang, melalui Disperindag Kabupaten Malang, tahun 2024 ini. Kali ini, Pasar Lebaran ditempatkan di halaman dan pendopo Kantor Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, yang mulai dibuka, Sabtu (30/3/2024). 

Bupati Malang, HM Sanusi, yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang, dan Pj Sekdakab Malang, hadir membuka pasar Lebaran tersebut. 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, Pasar Lebaran ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran dengan harga terjangkau, sekaligus juga diharapkan bisa memfasilitasi pengembangan pasar serta menjadi sarana promosi produk UMKM. 

Pasar Lebaran ini diikuti oleh para pelaku usaha, dan didukung Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Malang, koperasi dan UKM, Unit Pengelola Pasar Daerah, Bulog, ritel moderen, serta berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

''Saat ini hingga ke depan, Pemkab Malang terus mengantisipasi terjadinya kenaikan harga yang fluktuatif, juga memastikan perkembangan harga maupun kelancaran distribusi pengadaan dan penyaluran bahan kebutuhan pokok masyarakat," terang Bupati Malang, Sabtu (30/3/2024).

Bupati-Malang-HM-Sanusi-a.jpgBupati Malang, HM Sanusi, saat berdialog dengan pemilik stand sayuran di Pasar Lebaran Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang. (Foto Humas Prokopim) 

Kegiatan seperti pasar lebaran ini, menurutnya juga sejalan dengan upaya menggelorakan semangat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Malang.

Secara khusus, Bupati meminta peserta Pasar Lebaran, utamanya dari pelaku usaha, dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kepekaan serta kepedulian kepada masyarakat, sekaligus andil dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Malang. 

Masih kata Sanusi, dalam menyambut dan merayakan Hari Raya Idul Fitri nanti, sekiranya tetap menerapkan pola konsumsi yang wajar dan tidak berlebih-lebihan. 

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengungkapkan, pasar lebaran merupakan program tahunan, yang digelar berpindah-pindah tempat. 

"Ini kegiatan rutin tiap tahun, digelar selama dua hari. Tujuannya, agar dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok, setidaknya sampai 10 hari kedepan, sekaligus menekan inflasi (kenaikan harga)," terang Mahila. 

Pasar Lebaran ini juga didudukung dan bekerja sama dengan berbagai pihak, hingga terhimpun 65 tenant jualan. Diantaranya, pihak pengelola ritel moderen, PG.Krebet Baru, PG.Kebon Agung, Bulog, IKM/UKM, Assosiasi Pasar Tani (ASPARTAN), OPD terkait, termasuk Bank Indonesia dan Bank Jatim. 

Selama dua hari Pasar Lebaran 2024 ini, terang Mahila, stok bahan pangan yang disediakan, diantaranya gula pasir sebanyak setengah ton, beras SPHP sebanyak 8 ton oleh Bulog, dan minyak goreng sebanyak 612 liter. 

Selain itu, dijual aneka sayur dengan kemasan bagus seperti bawang merah, cabai besar, tomat, kacang panjang dan buncis oleh Dinas TPHP, juga daging sapi, daging ayam dan telur, oleh stand Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Malang, hingga penukaran uang baru oleh Bank Jatim. 

"Produk-produk yang dijual di sini certified (tersertifikasi), dan dalam kemasan bagus seperti halnya dijual di ritel atau toko moderen. Meski demikian, dipastikan semua harga tetap lebih murah," demikian Mahila Surya. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES