Ekonomi

Bulog Bakal Pasok 1.000 Ton Beras Impor ke Sumbawa, Johan Rosihan: Saya Prihatin

Jumat, 05 April 2024 - 08:58 | 18.40k
Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Johan Rosihan. (Foto: Dok Johan Rosihan for TI,)
Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Johan Rosihan. (Foto: Dok Johan Rosihan for TI,)

TIMESINDONESIA, MATARAM – Menyusul informasi dari Badan Urusan Logistik (Bulog), bahwa sebanyak 1.000 ton beras impor dari Vietnam akan tiba di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Pelabuhan Lembar, kekhawatiran pun muncul dari Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Johan Rosihan. 

Johan menyatakan keprihatinannya atas dampak potensial adanya rencana impor beras bagi petani setempat, terutama karena saat ini sedang masa panen raya.

"Masing-masing petani tengah berupaya meningkatkan produksi beras. Masuknya beras impor ke Pulau Sumbawa bakal mencekik petani, hal ini akan mengganggu beban mental petani yang sedang berusaha meningkatkan produksi beras," ungkap Johan Rosihan, dalam keterangannya, Jumat (5/4/2024).

Johan menyoroti perlunya pertimbangan matang dari pihak Bulog terkait pasokan beras ke wilayah sentra produksi beras nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut harus memperhatikan kondisi petani yang tengah menghadapi panen raya dan risiko penurunan harga gabah akibat pasokan beras impor.

"Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang dialami petani akibat dari pasokan beras impor ini," tegasnya.

Selain itu juga Johan mendorong pemerintah untuk menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat pasokan beras impor masuk ke Pulau Sumbawa, dengan tujuan agar harga jual petani tidak terjun bebas.

"Pemerintah harus pastikan bahwa petani tidak boleh mengalami kerugian akibat pasokan beras impor ini, kita harus memberi dukungan bagi semua petani untuk meningkatkan produksi beras di kawasan sentra beras seperti di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ini," tambahnya.

Menanggapi alasan pasokan beras impor untuk bantuan pangan, Johan menegaskan bahwa prioritas harus diberikan pada beras hasil keringat petani lokal. Ia menunjukkan data bahwa Kabupaten Sumbawa telah mencapai surplus beras sejak Januari 2024, dengan prediksi puncak panen pada April mencapai 15.450 hektare.

"Apakah daerah surplus beras ini harus dirasuki lagi oleh pasokan impor, sungguh di luar nalar. Saya prihatin," tandas Johan Rosihan.(*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES