Ekonomi

Konflik Iran-Israel Berpotensi Meningkatkan Harga Minyak Hingga $100 per Barel

Senin, 15 April 2024 - 15:07 | 27.90k
Ilustrasi - Pengeboran minyak ditengah laut (Foto: iSTock)
Ilustrasi - Pengeboran minyak ditengah laut (Foto: iSTock)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel dapat mendorong harga minyak dunia mencapai level tertinggi, yaitu 100 dolar AS per barel.

Dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter dengan tema "Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI," Tutuka menjelaskan bahwa harga minyak sudah mengalami kenaikan signifikan sebelum serangan Iran terhadap Israel.

Menurut Tutuka, sebelum serangan terjadi, harga minyak sudah naik sekitar 5 dolar AS per bulan. Saat ini, dengan adanya ketegangan yang semakin meningkat antara Iran dan Israel, potensi kenaikan harga minyak menjadi semakin besar.

“Kalau kita soroti ICP dari bulan Februari, sebetulnya dari Maret dan April naik terus. Kenaikan kurang lebih 5 dolar AS per bulan,” ucap Tutuka, Senin (15/4/2024).

Data yang dimiliki oleh Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pada 12 April 2024, harga patokan minyak mentah Indonesia (ICP) telah mencapai 89,51 dolar AS per barel. Tutuka menyampaikan bahwa dengan situasi konflik saat ini, harga minyak berpotensi melampaui angka tersebut dan mencapai 100 dolar AS per barel.

Dirjen-Migas-Kementerian-ESDM-Tutuka-Ariadji.jpgDirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji saat memberi paparan dalam webinar bertajuk, “Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI” yang digelar oleh Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Tutuka juga mengungkapkan bahwa respons dari Israel terhadap serangan Iran akan menjadi faktor penentu dalam menentukan arah pergerakan harga minyak dunia. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia masih memantau situasi dengan cermat dan menjamin bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tidak akan berubah hingga bulan Juni.

Sementara itu, kondisi global tengah memanas akibat ketegangan antara Iran dan Israel. Serangan terbaru yang dilakukan Iran terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada 1 April lalu, memicu reaksi keras dari Israel.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menyatakan keprihatinan atas eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak guna menurunkan ketegangan dan mendorong upaya perdamaian di kawasan tersebut.

Ketegangan antara Iran dan Israel semakin memperumit stabilitas ekonomi global, dengan potensi kenaikan harga minyak yang dapat berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi di seluruh dunia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES