Ekonomi

Warga Malang Beberkan Potensi Bisnis Thrifting, Omzet Bikin Kaget

Kamis, 18 April 2024 - 15:37 | 22.30k
Mustofa saat mengecek stok pakaian bekas yang dijual di tokonya. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Mustofa saat mengecek stok pakaian bekas yang dijual di tokonya. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bisnis pakaian bekas atau thrifting ternyata memiliki potensi yang cukup besar. Bahkan, salah satu pebisnis thrifting bernama Mustofa (23) mengaku mampu mendapatkan omzet puluhan juta setiap bulannya.

Mustofa sendiri memiliki usaha thrifting bernama Hokkydos Store Second yang sudah berjalan sejak tiga tahun lalu.

Saat ini, ia mengambil stok barang yang juga dikenal sebagai dalboan itu dari supplier di Bali. Barang barang itu menurutnya juga berasal dari luar negeri. 

Ketika beruntung, ia pernah mendapat jekpot atau menemukan pakaian branded. Seperti Gucci hingga Stone Island. 

"Paling mahal pernah laku Rp 1,5 juta," ujar Mustofa, Kamis (18/4/2024).

Mustofa membuka Hokkydos Store Second di Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Malang. Di toko ini, ia menjual pakaian hingga sepatu. Dalam sepekan, toko ini membuka stok pakaian second terbaru sebanyak 2 hingga 4 kali. 

"Harga pakaian disini mulai Rp 5 ribu, kalau yang branded bisa sampai Rp 500 ribu. Ada juga yang gratis, tentu bonus untuk yang beli sekian ribu," ungkapnya.

Meski menjual pakaian bekas, Mustofa menyebut bahwa barang barangnya tak kalah dari barang barang baru. Sebab, pembeli bisa menemukan barang branded jika beruntung. 

"Pakaian yang paling banyak dibeli atau paling laku disini biasanya hoodie sama celana jeans. Kalau kemeja baru baru ini aja," ujarnya. 

Toko milik Mustofa terbilang ramai pembeli. Dari bisnis ini, ia menyampaikan bahwa mendapat omzet mencapai angka antara Rp 40 sampai 50 juta per bulan. 

Terlebih pada momen Ramadan dan Lebaran, Mustofa mengaku juga mendapat berkahnya. Di tokonya banyak dikunjungi pembeli sejak awal Ramadan hingga Lebaran.  

"Di awal puasa selalu lumayan meningkat. Jadi masih lumayan banyak yang datang, pembelinya," katanya.

Menurutnya, masa panen bisnis thrifting akan tiba jelang lebaran, tepatnya H-10 lebaran. Dikatakan, omzet saat masa panen ini bisa berlipat lipat dari omzet bulan lain. 

"Tahun sebelumnya, saat lebaran bisa 2 sampai 3 kali omzetnya, tergantung stok juga," ucapnya. 

Biasanya, jelang Lebaran Mustofa akan membuka lebih banyak stok dari hari biasanya. Dikatakan, stok 10 bal yang biasanya dibuka 2 tahap, akan dibuka langsung sepanjang H-10 lebaran. 

"H-10 kami juga menerapkan potongan harga 50 persen all item. Lalu untuk yang branded, ada potongan Rp 20-30 ribu," imbuhnya.

Mustofa menuturkan bahwa calon pembeli tak perlu takut dengan barang barang second. Sebab di tokonya, pakaian akan dicuci dan disetrika setelah stok dibuka. 

Meski begitu, ia juga menyarankan agar pembeli tetap mencuci pakaian second yang dibeli. Sebab, pakaian pakaian yang dipajang ditokonya ini juga dicoba pengunjung lain. 

"Intinya meski second, kualitasnya gak kalah sama barang baru," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES