Ekonomi

Polbangtan Malang Sediakan Solusi atasi Krisis Pakan Hijauan di Musim Kemarau

Rabu, 24 April 2024 - 18:18 | 72.51k
Polbangtan Malang Sediakan Solusi atasi Krisis Pakan Hijauan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
Polbangtan Malang Sediakan Solusi atasi Krisis Pakan Hijauan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ketersediaan pangan hijauan menjadi salah satu tantangan utama bagi peternak di Indonesia. Dalam menghadapi situasi ini, peternak sering kali dihadapkan pada kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka, perubahan iklim menjadi faktor yang dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kesehatan hewan ternak.

Pasalnya, ketika musim hujan tiba, hijauan melimpah, tetapi saat musim kemarau, pasokan hijauan menjadi sangat terbatas. Peternak harus dapat memastikan pakan ternak bernutrisi cukup agar ternak dapat tetap produktif dan sehat meskipun dihadapkan pada kondisi lingkungan yang tidak pasti.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Kementan telah memiliki program untuk menanggulangi ancaman krisis pangan global, perubahan iklim dan dampak El Nino dalam produksi dan penyediaan pangan.

"Peternak harus bisa memastikan ketersediaan hijauan pada saat kemarau. Bank Pakan merupakan solusi memanfaatkan hijauan pada saat melimpah," katanya.

Bank Pakan merupakan sebuah konsep yang dirancang untuk menyediakan stok pakan yang memadai bagi peternak di saat-saat sulit seperti musim kemarau. Lebih lanjut Dedi menambahkan “Teknologi yang dapat digunakan, salah satunya adalah ´silase´ yang merupakan pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi yang diberikan pada hewan ternak ruminansia”

Politeknik Pembangunan Pertanian Malang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah naungan BPPSDMP Kementan mempunyai teknologi silase yang terbukti efektif menyimpan ketersediaan pangan lebih lama.

Silase dilakukan dengan mengemas hijauan pakan dengan cara mengikat dalam bentuk bal dengan tali goni lalu membungkus secara press atau wrapping menggunakan plastik film dan menghasilkan Silase Bal. 

Silase Bal ini dapat memadatkan hijauan hingga 60 kg per bal serta resiko kehilangan nutrien dapat ditekan. Teknologi ini memungkinkan pengangkutan Silase dan kemudahan pemberian pakan oleh peternak. 

Kepala Divisi Agro Input, Teaching Factory Polbangtan Malang, Dewi Ratih Ayu Daning mengatakan Polbangtan Malang menyediakan inovasi teknologi silase wrap.

Pakan-Hijauan.jpg

“Tujuannya untuk menyimpan hijauan yang bisa tahan sepanjang musim sehingga peternak tidak bingung lagi masalah pakan hijauan saat musim kemarau.” tuturnya.

Lebih lanjut, Wanita yang akrab disapa Daning menambahkan, Polbangtan Malang juga menyediakan layanan pembuatan silase dengan harga yang sangat terjangkau, per kilo rumput hijau dibandrol Rp 500, sehingga peternak bisa menyimpan rumput hijauan menggunakan jasa dari Divisi Agro Input, TEFA Polbangtan Malang.

Salah satu pengguna jasa pembuatan silase bal, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan yang beralamat di Jl Raya Wonosari Nongkojajar, Pasuran, memiliki 20.000 Ekor Sapi Perah sehingga kebutuhan pakan hijauan sangat tinggi setiap harinya sehingga membutuhkan silase sebagai simpanan rumput atau bank pakan saat musim kemarau. 

David Teguh Perwakilan KPSP Setia Kawan berharap kerjasama pembuatan silase dengan Polbangtan Malang ini dapat terus berlanjut agar pasokan hijauan di peternakan terpenuhi dan hasil susu segar melimpah.

“Produksi susu segar KPSP Setia Kawan sekitar 130 ton per hari, KPSP Setia Kawan berkomitmen untuk meningkatkan produksi susu lebih besar lagi, dengan menyediakan rumput hijauan, dan solusinya kita ketemu dengan polbangtan malang” ujar David.

“semoga kerjasama ini bisa lebih baik dan lebih meningkat lagi untuk kesejahteraan peternak area KPSP Setia Kawan Nongkojajar” lanjut Davis.

Ketersediaan pangan kehijauan harus menjadi prioritas bagi semua pihak terkait. Kolaborasi antara peternak, institusi pendidikan, pemerintah, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci untuk mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan ini. (adv)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES